Bawaslu RI: Netralitas ASN/PNS, TNI, dan Polri Memiliki Tingkat Kerawanan Paling Tinggi

- Penulis

Kamis, 23 November 2023 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner Bawaslu Lolly Suhenty. (ist)

Komisioner Bawaslu Lolly Suhenty. (ist)

RENTAK.ID – Badan Pengawas Pengelanggara Pemilu (Bawaslu RI) mengaku, persoalan netralitas ASN/PNS, TNI, dan Polri memiliki tingkat kerawanan paling tinggi pada Pemilu 2024.

Hal tersebut, berdasarkan IKP (Indeks Kerawanan Pemilu) yang dikaji langsung oleh Bawaslu.

“Hanya saja dalam UU ASN yang baru tak mencantumkan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Sehingga untuk memastikan netralitas ASN akan ada perubahan,” kata Komisioner Bawaslu Lolly Suhenty dalam keterangan persnya, Rabu (22/11/2023).

Dalam meredam hal tersebut, Lolly mengaku, Bawaslu melancarkan strategi pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh ASN.

Sosialisasi dilakukan secara besar-besaran atau masif mengenai pentingnya ASN bersikap netral.

“ASN harus netral, baik secara daring maupun luring, masalah mendasar pelanggaran netralitas ini adalah implementasi regulasi. Kurang mendorong deterrence effect (efek gentar) karena yang terjaring lebih banyak staf, bukan pejabat struktural,” ucap Lolly.

Kemudian, Lolly menjelaskan, kerawanan lainnya berdasarkan IKP Bawaslu adalah politik uang. Politik uang juga menjadi kerawanan tertinggi pada Pemilu 2024.

“Modusnya politik uang, yaitu memberi langsung (cash dan voucher), memberi barang, memberi janji, melibatkan kandidat, tim sukses. Atau tim kampanye, ASN, penyelenggara ad hoc, dan simpatisan atau pendukung,” ujar Lolly.​

Berita Terkait

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump
DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara
Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi
Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia
Masuk Board of Peace, Prabowo Dinilai Jalankan Strategi Berisiko demi Palestina Merdeka
Hasto Kristiyanto Tutup Kunjungan Kerja di Sukabumi dengan Konsolidasi Kader PDI Perjuangan
Tunjukkan Jiwa Kesatria Usai Diganti, Ijeck : Saya Serahkan Keputusan ke Ketum Bahlil

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:37 WIB

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:05 WIB

DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:21 WIB

Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah

Senin, 9 Februari 2026 - 16:04 WIB

Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:19 WIB

Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

Berita Terbaru

Gerbang Tol Ambara (foto. ist)

Transportasi

Tol Fungsional Jadi Andalan Urai Macet Mudik Lebaran 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 13:20 WIB