Arief Martha Nilai Buku “Inilah Prabowo, Apa Adanya” Perkuat Nalar Kebangsaan

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Terbitnya buku “Inilah Prabowo, Apa Adanya” dinilai memberikan kontribusi penting dalam khazanah literasi politik nasional. Penulis dan pengamat kebangsaan Arief Martha Rahadyan menilai buku tersebut menghadirkan perspektif alternatif dalam memahami sosok Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara lebih utuh, komprehensif, dan objektif.

Menurut Arief, buku ini tidak sekadar menyajikan profil personal, tetapi juga mengajak pembaca merefleksikan kepemimpinan nasional yang dibentuk melalui pengalaman historis, disiplin militer, serta kepekaan sosial yang kuat. Pendekatan tersebut dinilai jarang diungkap secara menyeluruh dalam diskursus politik sehari-hari.

“Buku ini menempatkan Prabowo sebagai seorang demokrat yang tumbuh dari kultur disiplin militer, sekaligus sebagai pemikir strategis yang kerap berada di luar arus utama politik pragmatis,” kata Arief dalam keterangannya.

Dalam buku tersebut, Prabowo juga dipresentasikan sebagai figur yang tegas dalam memegang nilai dan komitmen, namun memiliki perhatian serius terhadap persoalan rakyat kecil. Representasi ini, menurut Arief, penting untuk menyeimbangkan wacana publik yang selama ini kerap terjebak pada penilaian parsial terhadap tokoh politik nasional.

“Kehadiran buku ini memiliki signifikansi edukatif, khususnya bagi generasi muda, agar tidak terjebak pada reduksi opini maupun prasangka politik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arief mengajak masyarakat luas untuk menumbuhkan dan membiasakan budaya membaca sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa literasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter, penguatan nalar kritis, dan pendalaman etika publik.

“Kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari tradisi membaca yang kuat. Dari literasi lahir pemahaman, dari pemahaman tumbuh kebijaksanaan, dan dari kebijaksanaan terbentuk arah masa depan bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” tegasnya.

Arief menilai buku “Inilah Prabowo, Apa Adanya” layak menjadi salah satu rujukan dalam memahami kepemimpinan nasional secara lebih mendalam dan berimbang. Kehadirannya juga menjadi pengingat bahwa literasi merupakan jalan strategis—meski kerap sunyi—dalam membangun Indonesia yang maju, berpengetahuan, dan beradab. (Jks/Ami)

Penulis : Jks

Editor : Ami

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru