JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di sebuah sekolah di Bogor.
Politisi Nasdem ini meminta pihak terkait segera bertindak tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.
“Yang pertama, kami menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam dan mendoakan agar anak-anak didik segera sehat dan pulih kembali,” ujar Irma dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).
Irma menilai, kasus ini merupakan yang terparah dibandingkan insiden serupa sebelumnya.
Karena itu, ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengganti vendor penyedia makanan atau bahkan memutus kontrak kerja sama dengan pihak yang bersangkutan.
“Kalau perlu, BGN juga harus meminta pertanggungjawaban hukum kepada vendor tersebut,” tegasnya.
Tak hanya itu, Irma juga meminta pemutusan kontrak terhadap tiga pegawai BGN yang terlibat langsung dalam operasional kantin di lokasi kejadian, yaitu chef, ahli gizi, dan petugas pengawasan (kontrol). Ia menilai mereka telah lalai dalam menjalankan tugas.
“Mereka tidak bekerja dengan benar. Ini tanggung jawab langsung mereka dan harus ada konsekuensi,” tambahnya.
Irma juga menyoroti peran Yayasan Bosowa Bina Insani yang menjadi pengelola kantin tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kantin ini sebelumnya dijadikan proyek percontohan sebagai Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) oleh BGN, berdasarkan informasi dari Ketua BGN, Dadan Hidayana.
Namun, menurut Irma, keputusan tersebut keliru karena pihak pengelola belum memiliki pengalaman sebagai penyedia katering berskala besar.
“Sejak awal saya sudah kurang setuju. Kantin sekolah jangan ditangani oleh pihak yang belum punya pengalaman menyediakan makanan dalam jumlah besar, apalagi lebih dari seribu porsi,” tandasnya. ***






