JAKARTA – Penonaktifan Kepala SD Negeri 050417 Tigajumpa, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, buntut viralnya video ASN berjoget di tengah banjir, menuai kritik tajam dari aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta, Hardius Karo-Karo.
Ia menyebut keputusan Dinas Pendidikan Karo yang dipimpin Anderiasta Tarigan sebagai langkah yang reaktif dan tidak adil.
“Penonaktifan Kepala Sekolah Ibu Tanti Nilawati adalah bentuk tindakan yang tidak bijak. Beliau dikenal sebagai sosok berdedikasi yang berhasil memajukan sekolah. Apa kesalahannya? Hanya karena video joget saat banjir? Itu tidak pantas dijadikan dasar penghukuman,” ujar Hardius dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (21/5/2025).
Menurutnya, banjir yang terjadi di lingkungan sekolah merupakan persoalan struktural yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menilai sanksi yang dijatuhkan terhadap Tanti Nilawati justru melemahkan semangat para pendidik di daerah terpencil yang bekerja dalam keterbatasan.
“Kalau memang serius ingin memperbaiki, Dinas Pendidikan seharusnya membangun sistem drainase, bukan mengorbankan kepala sekolah yang sudah bekerja dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Hardius juga menyoroti gaya kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Karo yang dinilainya lebih mementingkan pencitraan ketimbang memahami realitas di lapangan. Ia menilai sanksi disipliner tersebut tidak sebanding dengan dugaan pelanggaran yang terjadi.
“Pendidikan tidak boleh dijalankan dengan semangat penindasan. Guru-guru kita bukan robot pencitraan, mereka manusia yang punya dedikasi dan akal sehat,” ujarnya.
Ia pun mendesak Bupati Karo untuk turun tangan mengevaluasi keputusan penonaktifan tersebut dan memulihkan nama baik Tanti Nilawati serta mengembalikannya ke posisi semula.
“Ini bukan sekadar soal seorang kepala sekolah. Ini soal keadilan bagi seluruh pendidik di Karo dan daerah lainnya yang bisa saja jadi korban arogansi pejabat,” tegasnya.
Editor : lazir
Sumber Berita: ameri













