AHY: ICI 2025 Harus Jadi Aksi Nyata, Bukan Sekadar Forum Diskusi

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY dalam International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 (dok.rentak.id)

AHY dalam International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 (dok.rentak.id)

JAKARTA  – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya menjadikan International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 sebagai panggung aksi nyata dan transformasi global, bukan sekadar ajang diskusi.

Hal ini disampaikan AHY saat membuka konferensi yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (11/6/2025).

Dalam pidatonya, AHY menyambut lebih dari 7.000 peserta dari 26 negara dan menekankan bahwa kehadiran mereka mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun masa depan yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan.

“Tahun ini, kami bangga menjadi tuan rumah bagi peserta dari enam benua—sebuah cerminan nyata dari misi global yang kita emban bersama,” ujar AHY.

Ia menggambarkan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan populasi 280 juta jiwa yang tersebar di tiga zona waktu. “Keragaman kita luar biasa, tapi tujuan kita satu,” katanya.

AHY juga memaparkan tiga tantangan besar yang tengah dihadapi Indonesia dan dunia,  Tantangan Demografi – Dengan lebih dari tiga juta kelahiran baru setiap tahun, dibutuhkan percepatan dalam penyediaan perumahan, layanan dasar, dan lapangan kerja.

Tantangan Ekonomi – Mendorong masyarakat menuju kelas menengah, meratakan kemakmuran, dan memperkuat daya saing global  dan Tantangan Ekologis – Krisis iklim kini menjadi kenyataan yang mengancam kota-kota, pesisir, serta sistem pangan dan air.

“Tema ‘Infrastruktur Berkelanjutan untuk Masa Depan’ harus menjadi pijakan untuk kolaborasi lintas sektor dan lintas negara,” tegas AHY.

Konferensi ini turut dihadiri oleh para Menteri Kabinet Merah Putih, Duta Besar negara sahabat, anggota parlemen, kepala daerah, pemimpin dunia usaha, serta mitra pembangunan internasional.

Sejumlah lembaga pembiayaan dan investor besar turut ambil bagian dalam forum ini, termasuk Macquarie (Australia), GIC (Singapura), World Bank, IFC, ADB, dan The Asia Group—menandakan tingginya minat terhadap proyek-proyek infrastruktur strategis di kawasan.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB