Aceh Kembali Terang, Tulus Abadi Apresiasi Perjuangan PLN Pulihkan Listrik Pascabencana

- Penulis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh mulai terang (tangkapan layar)

Aceh mulai terang (tangkapan layar)

JAKARTA — Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menyambut gembira kembalinya pasokan listrik di wilayah Aceh setelah hampir 20 hari mengalami pemadaman akibat bencana alam.

“Aceh kembali terang dan menyala. Tentu ini sangat membahagiakan warga Aceh yang nyaris selama 20 hari tidak bisa mengakses terangnya energi listrik,” ujar Tulus dalam keterangannya, Jumat.

Menurut Tulus, ketiadaan listrik dalam waktu lama telah berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat. Ia menegaskan, energi listrik merupakan infrastruktur paling vital, terutama dalam situasi tanggap darurat bencana.

“Tanpa energi listrik, aktivitas ekonomi dan pelayanan publik nyaris lumpuh. Apalagi dalam kondisi darurat, listrik menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar,” katanya.

Tulus pun memberikan apresiasi tinggi kepada PT PLN (Persero) dan seluruh tim di lapangan yang telah bekerja keras memulihkan sistem kelistrikan di wilayah terdampak. Ia menyebut, upaya tersebut bukan perkara mudah dan penuh risiko.

“Upaya menyalakan kembali listrik di Aceh benar-benar penuh perjuangan dan sangat mengharukan. Tim lapangan PLN harus bertaruh nyawa di tengah kondisi medan yang ekstrem,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dampak bencana terhadap infrastruktur kelistrikan PLN sangat serius. Kerusakan tidak hanya terjadi pada tiang distribusi ke rumah-rumah warga, tetapi juga pada sistem transmisi tegangan tinggi.

“Infrastruktur PLN terdampak sangat parah. Bukan hanya tiang listrik distribusi, tetapi juga jaringan transmisi 150 KV yang hanyut diterjang banjir dan tanah longsor. Minimal ada tujuh sistem transmisi 150 KV yang rusak,” jelas Tulus.

Bahkan, lanjutnya, terdapat jaringan transmisi yang sempat terpasang kembali namun kembali hanyut akibat banjir bandang susulan.

Ke depan, Tulus berharap keandalan energi listrik di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terus ditingkatkan, serta tidak terjadi bencana susulan di wilayah Sumatra.

“Kita berharap pasokan listrik di Aceh, Sumbar, dan Sumut semakin andal, dan tidak ada lagi bencana susulan yang memperparah kondisi,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga dan mengamankan infrastruktur publik strategis di wilayah terdampak bencana.

“Masyarakat harus bahu-membahu menjaga infrastruktur publik seperti gardu dan tiang listrik, SPBU, hingga BTS telekomunikasi. Ini penting agar pelayanan publik dan roda ekonomi tetap berjalan dengan andal,” pungkas Tulus.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru