JAKARTA — Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menyambut gembira kembalinya pasokan listrik di wilayah Aceh setelah hampir 20 hari mengalami pemadaman akibat bencana alam.
“Aceh kembali terang dan menyala. Tentu ini sangat membahagiakan warga Aceh yang nyaris selama 20 hari tidak bisa mengakses terangnya energi listrik,” ujar Tulus dalam keterangannya, Jumat.
Menurut Tulus, ketiadaan listrik dalam waktu lama telah berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat. Ia menegaskan, energi listrik merupakan infrastruktur paling vital, terutama dalam situasi tanggap darurat bencana.
“Tanpa energi listrik, aktivitas ekonomi dan pelayanan publik nyaris lumpuh. Apalagi dalam kondisi darurat, listrik menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar,” katanya.
Tulus pun memberikan apresiasi tinggi kepada PT PLN (Persero) dan seluruh tim di lapangan yang telah bekerja keras memulihkan sistem kelistrikan di wilayah terdampak. Ia menyebut, upaya tersebut bukan perkara mudah dan penuh risiko.
“Upaya menyalakan kembali listrik di Aceh benar-benar penuh perjuangan dan sangat mengharukan. Tim lapangan PLN harus bertaruh nyawa di tengah kondisi medan yang ekstrem,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dampak bencana terhadap infrastruktur kelistrikan PLN sangat serius. Kerusakan tidak hanya terjadi pada tiang distribusi ke rumah-rumah warga, tetapi juga pada sistem transmisi tegangan tinggi.
“Infrastruktur PLN terdampak sangat parah. Bukan hanya tiang listrik distribusi, tetapi juga jaringan transmisi 150 KV yang hanyut diterjang banjir dan tanah longsor. Minimal ada tujuh sistem transmisi 150 KV yang rusak,” jelas Tulus.
Bahkan, lanjutnya, terdapat jaringan transmisi yang sempat terpasang kembali namun kembali hanyut akibat banjir bandang susulan.
Ke depan, Tulus berharap keandalan energi listrik di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terus ditingkatkan, serta tidak terjadi bencana susulan di wilayah Sumatra.
“Kita berharap pasokan listrik di Aceh, Sumbar, dan Sumut semakin andal, dan tidak ada lagi bencana susulan yang memperparah kondisi,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga dan mengamankan infrastruktur publik strategis di wilayah terdampak bencana.
“Masyarakat harus bahu-membahu menjaga infrastruktur publik seperti gardu dan tiang listrik, SPBU, hingga BTS telekomunikasi. Ini penting agar pelayanan publik dan roda ekonomi tetap berjalan dengan andal,” pungkas Tulus.
Penulis : lazir
Editor : ameri













