IPI: Lembaga Survei dan KPU Harus Diaudit Jika PSI Lolos ke Parlemen

- Penulis

Senin, 4 Maret 2024 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyono Wibowo

Karyono Wibowo

RENTAK.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, jika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperoleh lebih dari empat persen suara atau lolos ke parlemen Senayan, maka lembaga survei dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus diaudit.

“Jika itu terjadi, paparnya, maka dapat diduga bahwa ada kesalahan dalam perbedaan data dan bisa menimbulkan keraguan mengenai kredibilitas lembaga tersebut,” Karyono Minggu (3/3/2024),

Karyono mengatakan “Jika nanti benar terjadi suara PSI mencapai ambang batas 4 persen maka bisa menimbulkan kekacauan dan rakyat tidak percaya kepada lembaga survei dan KPU.”

Karyono memperingatkan, bahwa hasil perhitungan cepat atau quick count selalu presisi selama dilakukan sesuai kaedah survei yang benar, karena selisih antara hasil perhitungan KPU dan quick count sangat tipis, yaitu selisihnya hanya 0,1 sampai 1 persen.

Berdasarkan quick count lembaga survei, Karyono mengatakan bahwa PSI diprediksi tidak akan lolos ke parlemen karena perolehan suaranya berada di kisaran antara 2,6 persen dan 2,8 persen, sementara margin of error 1 persen dan sampel 3.000 tempat pemungutan suara (TPS).

Oleh karena itu, menurut Karyono, “Perolehan suara PSI versi quick count paling tinggi 2,8, katakanlah naik 1 persen itu baru 3,8 persen jadi tidak sampai 4 persen,” sebutnya.

Karyono juga mengungkapkan bahwa lonjakan suara PSI masih belum mencapai angka empat persen. Berdasarkan data Sirekap KPU per Minggu (3/3/2024) pukul 11.00 WIB, suara PSI mencapai 2.403.086 atau 3,13 persen dari total 65,80 persen suara yang telah masuk ke KPU.

Namun ia menambahkan bahwa melihat pola loncatannya yang tidak lazim, karena data masuk ke data real count KPU sudah mencapai 65,80 persen.

Menurutnya, jika data sudah mencapai di atas 65 persen, maka pola volatilitas tidak sedrastis suara PSI.

Oleh karena itu, wajar jika banyak pihak yang mempertanyakan lonjakan suara PSI meskipun hal tersebut dapat dijelaskan karena adanya penjumlahan suara dari TPS yang menjadi basis pendukung PSI ke dalam tabulasi Sirekap.***

Berita Terkait

AHY Tekankan Konsolidasi Demokrat di Musda Jateng, Target Rebut Kemenangan Pemilu 2029
Megawati Soekarnoputri Hadiri Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai PDIP
Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump
DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara
Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi
Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia
Masuk Board of Peace, Prabowo Dinilai Jalankan Strategi Berisiko demi Palestina Merdeka

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 11:59 WIB

AHY Tekankan Konsolidasi Demokrat di Musda Jateng, Target Rebut Kemenangan Pemilu 2029

Sabtu, 18 April 2026 - 13:48 WIB

Megawati Soekarnoputri Hadiri Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai PDIP

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:37 WIB

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:05 WIB

DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:21 WIB

Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah

Berita Terbaru