Astra Gelar RUPSLB 2026, Pemegang Saham Restui Buyback Rp8 Triliun

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menara Astra (dok astra)

Menara Astra (dok astra)

JAKARTA – PT Astra International Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 pada Jumat (17/7/2026), dengan menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Salah satu agenda utama yang disetujui pemegang saham adalah program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun serta pengalihan sebagian saham hasil buyback untuk mendukung Program Management Stock Ownership Program (MSOP).

Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan keterlibatan manajemen dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

Dalam mata acara pertama, pemegang saham menyetujui pengalihan sebagian saham hasil program pembelian kembali saham Perseroan periode ketiga yang berlangsung pada 16 Maret hingga 15 Juni 2026. Jumlah saham yang dialihkan untuk pelaksanaan Program MSOP ditetapkan tidak melebihi 100 juta lembar saham.

Selain itu, RUPSLB memberikan kewenangan kepada Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan untuk menetapkan harga pelaksanaan pengalihan saham serta besaran kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi oleh manajemen peserta program, dengan tetap mengacu pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemegang saham juga memberikan kuasa kepada Direksi Astra untuk menjalankan seluruh tindakan yang diperlukan dalam proses pengalihan saham tersebut agar pelaksanaan Program MSOP dapat berjalan sesuai regulasi.

Sementara itu, pada mata acara kedua, pemegang saham menyetujui pelaksanaan program buyback saham berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023.

Melalui persetujuan tersebut, Astra dapat melakukan pembelian kembali saham Perseroan dengan nilai maksimal Rp8 triliun, di luar biaya perantara pedagang efek maupun biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan buyback.

RUPSLB juga memberikan kuasa penuh kepada Direksi untuk melaksanakan seluruh tindakan yang diperlukan dalam pelaksanaan buyback, termasuk menentukan harga pembelian kembali saham sesuai kondisi pasar dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini terus memberikan dukungan kepada perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, karyawan, serta seluruh stakeholders atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan kepada Astra. Perseroan akan terus berupaya menjalankan strategi bisnis yang berkelanjutan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” ujar Rudy.

Ia menambahkan, keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPSLB 2026 diharapkan dapat memperkuat fundamental perusahaan sekaligus mendukung kinerja Astra agar tetap tumbuh secara sehat di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Berita Terbaru