Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat trinjau Paskibra yang akan bertugas pada upacara Hardiknas (dok. kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat trinjau Paskibra yang akan bertugas pada upacara Hardiknas (dok. kemendikdasmen)

JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, suasana penuh semangat terlihat di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kamis (30/4/2026). Di sela agenda yang padat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung meninjau latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang akan bertugas pada upacara puncak 2 Mei mendatang.

Latihan tersebut diikuti oleh sejumlah pelajar dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Program ini merupakan bantuan pendidikan dari Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) yang membuka akses pendidikan menengah bagi lulusan SMP/MTs dari Papua, wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), hingga anak pekerja migran yang direpatriasi.

Di tengah barisan latihan, Abdul Mu’ti tampak menyapa para peserta satu per satu. Ia berbincang santai sekaligus menyuntikkan motivasi bagi para siswa yang telah melewati proses seleksi dan latihan intensif dalam beberapa hari terakhir.

“Melihat anak-anak dari berbagai daerah berkumpul di sini adalah gambaran nyata semangat Indonesia. Mereka datang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yaitu belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik untuk bangsa,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memastikan pendidikan terbuka bagi semua anak bangsa.

“Di balik latihan Paskibra ini ada mimpi-mimpi besar anak Indonesia. Ada semangat untuk maju, ada harapan dari keluarga dan daerah asal mereka. Tugas kita bersama memastikan pendidikan yang bermutu bisa dirasakan seluruh anak Indonesia, di mana pun mereka berada,” tuturnya.

Barisan pelajar terlihat berlatih disiplin, membawa semangat dari daerah asal masing-masing—mulai dari Papua, Mentawai, hingga pelajar Indonesia yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sabah, Malaysia.

Salah satu peserta, Abbel Christboy Juserial Jufuway, siswa kelas XI asal Kota Jayapura yang kini bersekolah di SMAN Krida Nusantara, Serang, Banten melalui program ADEM, mengaku bangga bisa terlibat dalam upacara Hardiknas.

“Saya merasa bangga karena bisa mewakili teman-teman pelajar dari seluruh Indonesia. Hari Pendidikan Nasional bagi saya sangat berarti, apalagi saya dipercaya menjadi salah satu petugas upacara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dea Novita Saule, siswi SMA Negeri 3 Padang asal Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Ia menilai Hardiknas menjadi pengingat penting atas perjuangan panjang pemerataan pendidikan di Indonesia.

“Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita tentang perjuangan para pendahulu agar anak-anak Indonesia, termasuk yang ada di pelosok, bisa mendapatkan pendidikan secara merata,” katanya.

Dea juga berharap kualitas pendidikan nasional terus meningkat, baik dari sisi fasilitas maupun program afirmasi.

“Semoga pendidikan di Indonesia semakin berkembang dan semakin banyak program yang membantu anak-anak di wilayah 3T agar bisa maju,” tambahnya.

Sementara itu, Nani Asmira, siswi SMA Binaul Ummah, Kuningan, Jawa Barat, yang sebelumnya belajar di Community Learning Center (CLC) Sabah, Malaysia, mengaku kesempatan mengikuti pendidikan di Indonesia melalui ADEM menjadi pengalaman berharga.

“Sekolah Indonesia di Malaysia masih terbatas, sehingga kami diberi kesempatan untuk belajar di Indonesia dengan fasilitas yang lebih baik. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini,” ungkapnya.

Ia pun menilai Hardiknas sebagai pengingat atas perjuangan tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara, dalam memperluas akses pendidikan.

“Berkat perjuangan Bapak Ki Hadjar Dewantara, pendidikan sekarang bisa dinikmati lebih luas. Semoga pendidikan di Indonesia terus berkembang dan fasilitas di daerah-daerah juga semakin baik,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya
Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman
Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026
Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar
Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi
Upacara Hari Kartini 2026 di MA Khomsani Nur Klanting Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
FSGI Soroti Skorsing 19 Hari Siswa SMAN 1 Purwakarta: Berpotensi Rugikan Hak Belajar

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:20 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata

Kamis, 30 April 2026 - 06:52 WIB

Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman

Selasa, 28 April 2026 - 09:03 WIB

Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 09:53 WIB

Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar

Berita Terbaru