Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu revitalisasi 3 Madrasah di Papua Barat (dok. pu)

Salah satu revitalisasi 3 Madrasah di Papua Barat (dok. pu)

JAKARTA – Upaya mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia terus digenjot pemerintah. Salah satunya melalui percepatan rehabilitasi dan renovasi sejumlah madrasah di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang kini hampir rampung dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat progres signifikan dalam proyek ini. Berdasarkan data E-Monitoring per 23 April 2026, capaian fisik pembangunan telah menyentuh angka 89,79 persen dan ditargetkan segera selesai dalam waktu dekat.

Tiga madrasah yang menjadi sasaran revitalisasi dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) tersebut meliputi MTsS Al-Maarif 2 dan MIS MI Muhammadiyah 1 di Kabupaten Sorong, serta MTsS Al-Fath di Kabupaten Fakfak.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata, khususnya di daerah terpencil.

“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah salah satu pilar utama. Meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi semua anak bangsa menjadi prioritas kami. Untuk itu, Kementerian PU akan terus berupaya merenovasi dan merehabilitasi sarana serta prasarana pendidikan di berbagai wilayah,” ujar Dody, dikutip  Sabtu (25/4/2026).

Pekerjaan rehabilitasi dan renovasi ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp9,56 miliar.

Program tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang mendorong percepatan pembangunan dan revitalisasi pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, termasuk digitalisasi pembelajaran.

Melalui proyek ini, fasilitas pendidikan ditingkatkan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun tenaga pendidik. Keberadaan sarana yang memadai diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan layanan dasar.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan
Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau
Irma Suryani: RUU Ketenagakerjaan Baru Harus Seimbang untuk Pekerja dan Pengusaha
Kemnaker Gelontorkan Rp32,2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana di Sumut dan Aceh
MUI Kritik Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Manfaat Ada, Tapi Dinilai Menyiksa

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Jumat, 24 April 2026 - 16:56 WIB

AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY

Kamis, 23 April 2026 - 09:29 WIB

Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau

Rabu, 22 April 2026 - 18:30 WIB

KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Rabu, 22 April 2026 - 08:26 WIB

Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau

Berita Terbaru