JAKARTA – Ratusan massa dari Relawan Indonesia Bersatu (RIB) menggelar aksi di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka mendesak aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang dinilai menyebarkan narasi provokatif terkait Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum RIB, Lisman Hasibuan, menyoroti pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi yang dinilai berpotensi memicu instabilitas politik.
Ia menilai, ajakan untuk menjatuhkan presiden serta tuntutan agar kepala negara mundur sebelum masa jabatan berakhir merupakan bentuk provokasi yang tidak sejalan dengan prinsip demokrasi.
“Pernyataan saudara Saiful Mujani yang mengajak untuk mengonsolidasikan diri guna menjatuhkan Presiden Prabowo, serta pernyataan Islah Bahrawi yang menyebut Prabowo harus turun sebelum 2029, merupakan pernyataan yang provokatif dan mencerminkan pemahaman demokrasi yang sempit,” ujar Lisman Hasibuan.
Menurutnya, demokrasi tidak dapat dimaknai hanya berdasarkan kepentingan dan penilaian subjektif kelompok tertentu. Ia menegaskan, narasi yang mendorong upaya menjatuhkan presiden berpotensi ditafsirkan sebagai ajakan melawan pemerintahan yang sah.
“Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi konstitusi, kita wajib menolak dan melawan setiap narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa serta mengganggu stabilitas nasional,” tegasnya.
Lisman juga mengingatkan bahwa mekanisme pergantian kepemimpinan nasional telah diatur secara konstitusional melalui pemilihan umum yang digelar setiap lima tahun. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menghormati hasil Pemilu 2024 dan menjaga etika dalam berdemokrasi.
“Pergantian kekuasaan di Indonesia sudah jelas melalui pemilu. Masyarakat wajib menjaga aturan main demokrasi, menghormati hasil pemilu, serta tidak mendorong perubahan kekuasaan melalui provokasi atau cara-cara di luar sistem,” katanya.
Lebih lanjut, RIB menegaskan penolakannya terhadap berbagai narasi yang dinilai mendelegitimasi Presiden Prabowo Subianto. Mereka juga meminta kritik terhadap pemerintah tetap disampaikan melalui jalur yang konstitusional dan beretika.
“Kami mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk tim sukses yang kalah dalam Pemilu 2024, agar bersabar dan lebih baik mengonsolidasikan diri untuk bertarung kembali pada 2029,” ucap Lisman.
Dalam kesempatan itu, RIB juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai laporan yang telah dilayangkan ke Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya terkait dugaan provokasi tersebut. Mereka bahkan mendorong agar pelaporan serupa dilakukan di berbagai daerah.
“Kami mengapresiasi langkah pelaporan yang sudah dilakukan dan mendorong agar pelaporan dilanjutkan di Polda-Polda seluruh Indonesia. Kami juga meminta Polri untuk menindak tegas para pihak yang diduga ingin melakukan tindakan makar terhadap Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













