RENTAK.ID – KAI Services menegaskan komitmennya terhadap keselamatan perjalanan KRL dengan menyayangkan aksi penumpang yang memaksakan diri masuk ke kereta yang sudah penuh di Stasiun Manggarai, sehingga pintu tidak dapat tertutup sempurna dan berpotensi mengganggu operasional.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang beredar di media sosial memperlihatkan petugas satuan keamanan KAI Services memberikan imbauan kepada penumpang agar tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang telah padat.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan bahwa langkah petugas tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang wajib dijalankan di lapangan.
“Keselamatan penumpang tidak dapat ditawar dan menjadi prioritas utama dalam setiap layanan. Petugas kami senantiasa mengutamakan keselamatan, baik saat penumpang berada di dalam perjalanan maupun di area stasiun,” ujar Nyoman.
Ia menyayangkan masih adanya penumpang yang tidak mengindahkan arahan petugas. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran operasional perjalanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami sangat menyayangkan adanya penumpang yang tetap memaksakan diri untuk naik ke dalam KRL yang sudah penuh. Kondisi ini tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri maupun pengguna lainnya,” tegasnya.
Nyoman menambahkan, seluruh petugas KAI Services telah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dalam menangani kepadatan penumpang, termasuk melakukan pengaturan serta imbauan secara persuasif namun tetap tegas.
KAI Services pun mengimbau seluruh pengguna KRL untuk disiplin dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Kepatuhan tersebut dinilai penting agar pintu kereta dapat tertutup dengan baik serta perjalanan berlangsung aman, tertib, dan tepat waktu.
Sebagai penutup, KAI Services menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga peran aktif penumpang dalam menjaga ketertiban dan mengikuti aturan menjadi kunci terciptanya layanan transportasi publik yang aman dan nyaman.(***)
Penulis : Zul
Editor : Ami













