Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu Serap Ribuan Tenaga Kerja, Dorong Kesejahteraan Warga Pesisir

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu (dok. kkp)

proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu (dok. kkp)

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pembangunan sektor kelautan yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya melalui proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu yang diproyeksikan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan proyek ini akan melibatkan masyarakat lokal secara aktif, baik dalam proses pembangunan maupun operasional tambak. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus utama.

“Kami memastikan penyiapan tenaga kerja lokal ikut berkontribusi. Kami sangat fokus terkait penyiapan SDM, khususnya masyarakat Sumba Timur yang tidak berpengalaman. Kami akan memberikan pelatihan melalui kelas khusus selama 12–16 bulan,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan kajian awal KKP, proyek tambak udang terintegrasi ini berpotensi menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal. Pada tahap konstruksi hingga operasional, program ini diperkirakan mampu menekan angka kemiskinan hingga 55 persen serta meningkatkan kesejahteraan sekitar 35.820 jiwa, termasuk keluarga para pekerja.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, TB Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai model percontohan budi daya modern yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

“Kami menerapkan beberapa standar operasional produksi (SOP) dari praktik terbaik. Mulai dari pengambilan intake, proses ke tandon, lalu tata kelola di petakan budi daya, sampai tahapan lebih lanjut yakni perlakuan pembuangan air budi daya (IPAL) sehingga tidak berdampak negatif pada lingkungan,” jelasnya.

Pengembangan tambak ini merupakan penyempurnaan dari model sebelumnya di Kebumen seluas 100 hektare yang masih berbasis kawasan dan belum terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam proyek di Waingapu, sistem tersebut ditingkatkan menjadi terpadu dari hulu hingga hilir guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pembangunan tambak udang ini akan dikawal ketat agar tetap sesuai dengan kaidah budi daya perikanan yang berkelanjutan. Ia menekankan penerapan konsep ekonomi biru sebagai fondasi utama, dengan menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan serta memastikan keterlibatan masyarakat lokal secara langsung.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru