JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pembangunan sektor kelautan yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya melalui proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu yang diproyeksikan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan proyek ini akan melibatkan masyarakat lokal secara aktif, baik dalam proses pembangunan maupun operasional tambak. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus utama.
“Kami memastikan penyiapan tenaga kerja lokal ikut berkontribusi. Kami sangat fokus terkait penyiapan SDM, khususnya masyarakat Sumba Timur yang tidak berpengalaman. Kami akan memberikan pelatihan melalui kelas khusus selama 12–16 bulan,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan kajian awal KKP, proyek tambak udang terintegrasi ini berpotensi menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal. Pada tahap konstruksi hingga operasional, program ini diperkirakan mampu menekan angka kemiskinan hingga 55 persen serta meningkatkan kesejahteraan sekitar 35.820 jiwa, termasuk keluarga para pekerja.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, TB Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai model percontohan budi daya modern yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.
“Kami menerapkan beberapa standar operasional produksi (SOP) dari praktik terbaik. Mulai dari pengambilan intake, proses ke tandon, lalu tata kelola di petakan budi daya, sampai tahapan lebih lanjut yakni perlakuan pembuangan air budi daya (IPAL) sehingga tidak berdampak negatif pada lingkungan,” jelasnya.
Pengembangan tambak ini merupakan penyempurnaan dari model sebelumnya di Kebumen seluas 100 hektare yang masih berbasis kawasan dan belum terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam proyek di Waingapu, sistem tersebut ditingkatkan menjadi terpadu dari hulu hingga hilir guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pembangunan tambak udang ini akan dikawal ketat agar tetap sesuai dengan kaidah budi daya perikanan yang berkelanjutan. Ia menekankan penerapan konsep ekonomi biru sebagai fondasi utama, dengan menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan serta memastikan keterlibatan masyarakat lokal secara langsung.
Penulis : lazir
Editor : ameri






