Kabupaten Sumbawa Perkuat Budidaya Mutiara dan Lobster, Produktivitas Nelayan Dipacu

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa (dok. rentak.id)

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa (dok. rentak.id)

SUMBAWA – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tidak hanya unggul di sektor perikanan tangkap, tetapi juga memiliki potensi besar pada budidaya laut, khususnya kerang mutiara.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah berencana menjalankan program Kampung Budidaya Perikanan guna meningkatkan produktivitas masyarakat yang selama ini mengandalkan usaha perikanan. Selain kerang mutiara, warga juga mulai mengembangkan budidaya lobster sebagai sumber ekonomi alternatif.

“Pulau Bungin ini kan pulau nelayan. Kami sudah banyak berdiskusi dengan bupati, dan ternyata di sini juga mulai berkembang budidaya. Karena itu, kami mengupayakan tahun ini ada program budidaya perikanan yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan potensi yang ada, supaya ekonomi masyarakat benar-benar produktif,” ujar Menteri Trenggono dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, intervensi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam implementasi program tersebut antara lain penyediaan fasilitas budidaya seperti keramba, pendampingan teknis praktik budidaya yang baik, serta pelatihan manajemen usaha bagi masyarakat pesisir.

Menteri Trenggono sebelumnya mengunjungi Pulau Bungin pada Jumat (27/2) untuk meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang telah rampung 100 persen. Menurutnya, program Kampung Budidaya Perikanan akan melengkapi penguatan sektor perikanan di pulau tersebut sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan usaha produktif.

Pulau Bungin dihuni lebih dari 1.000 kepala keluarga yang mayoritas merupakan nelayan tradisional dengan kapal di bawah 5 grosston. Komoditas utama perikanan tangkap meliputi tongkol, cakalang, kembung, dan udang, dengan estimasi produksi mencapai 8 ton berdasarkan data pemerintah daerah tahun 2024.

Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani, mengatakan masyarakat selama ini mempelajari budidaya kerang mutiara dan lobster secara mandiri. Meski telah berhasil panen, produksi masih berskala rumahan sehingga dukungan program pemerintah dinilai sangat dibutuhkan.

“Masyarakat di sini sudah lama menggeluti budidaya kerang mutiara. Untuk lobster mulai berkembang sejak 2021, namun tingkat keberhasilannya baru terlihat dalam dua tahun terakhir. Kami berharap program Kampung Budidaya Perikanan benar-benar bisa diterapkan karena kondisi geografis dan kualitas air laut Pulau Bungin sangat mendukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih yang telah terbangun terbukti meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus menarik kunjungan masyarakat dari luar pulau.

“Fasilitas KNMP alhamdulillah sangat membantu. Shelter pendaratan ikan membuat proses bongkar muat lebih layak karena sebelumnya masyarakat hanya menggunakan terpal. Dermaga yang dibangun juga mulai menarik wisatawan untuk berkunjung,” kata Jaelani.

Sebagai informasi, fasilitas perikanan yang telah dibangun pemerintah di Pulau Bungin meliputi dermaga, shelter pendaratan ikan, cold storage, pabrik es, balai nelayan, serta sentra kuliner. Selain itu, masyarakat juga menerima bantuan kapal, cool box, mesin kapal, dan alat tangkap guna mendukung peningkatan hasil perikanan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina
Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan
Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT
Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:39 WIB

MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina

Jumat, 17 April 2026 - 20:28 WIB

Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan

Jumat, 17 April 2026 - 06:50 WIB

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Berita Terbaru