FWA untuk Mudik 2026: Solusi Nyata atau Sekadar Geser Macet!

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpang KIA siap berangkap (dok.rentak.id)

Penumpang KIA siap berangkap (dok.rentak.id)

JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai penerapan flexible working arrangement (FWA) akan membantu mengurai kepadatan angkutan Lebaran 2026. Namun, di balik optimisme tersebut, sejumlah catatan menunjukkan kebijakan ini masih menyisakan tanda tanya soal dampak riil di lapangan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/2/2026), Kementerian Perhubungan menyebut FWA berpotensi memecah konsentrasi pergerakan masyarakat sehingga tidak menumpuk pada periode tertentu. Pemerintah menetapkan FWA bagi aparatur sipil negara dan sebagian pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026.

Menurut Kementerian Perhubungan, hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan kebijakan tersebut cukup efektif menekan potensi puncak arus mudik pada H-5 dan H-3. Pergerakan masyarakat diperkirakan lebih menyebar ke hari-hari sebelumnya, yakni H-6 hingga H-8. Pada arus balik, kepadatan juga diklaim lebih merata karena sebagian masyarakat menunda perjalanan hingga setelah H+8.

Namun, efektivitas kebijakan ini masih bergantung pada asumsi perilaku masyarakat yang belum tentu terjadi. Pengalaman tahun sebelumnya memperlihatkan perbedaan signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan. Pada 2025, potensi pergerakan diperkirakan 146 juta orang, tetapi realisasinya mencapai 154 juta orang—selisih yang menunjukkan perencanaan berbasis survei belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata.

Untuk 2026, survei memperkirakan 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan. Meski secara angka terlihat sedikit menurun, pemerintah tetap mengantisipasi potensi lonjakan serupa tahun lalu. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa faktor utama kepadatan bukan hanya jadwal kerja fleksibel, tetapi juga panjangnya masa libur dan pola mudik yang sulit diprediksi.

Di sisi lain, kebijakan FWA dinilai belum menjawab persoalan mendasar seperti keterbatasan kapasitas transportasi publik, manajemen lalu lintas di titik rawan, serta koordinasi lintas daerah. Tanpa perbaikan struktural pada aspek tersebut, distribusi waktu perjalanan saja dikhawatirkan hanya menggeser kepadatan, bukan menguranginya.

Pemerintah mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan matang dan memanfaatkan FWA secara bijak. Meski demikian, keberhasilan kebijakan ini pada akhirnya tidak hanya bergantung pada kedisiplinan publik, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan ketepatan strategi pengelolaan arus mudik secara menyeluruh.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Sabtu, 11 April 2026 - 09:07 WIB

Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB