JAKARTA – Klaim keberhasilan penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) kembali mengemuka setelah Kementerian Perhubungan mengantongi hasil survei Pustral Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, tingginya angka kepuasan publik dinilai tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap berbagai catatan dan pekerjaan rumah sektor transportasi nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi hasil survei Pustral UGM yang mencatat tingkat kepuasan masyarakat mencapai 87,43 dari 100 atau masuk kategori “Sangat Puas”. Dari 9.999 responden di 26 wilayah terpilih, sebanyak 90,9 persen menyatakan puas, dengan rincian 43,9 persen puas dan 47 persen sangat puas.
Meski demikian, Menhub menegaskan hasil survei ini bukan akhir dari pekerjaan, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan transportasi di masa mendatang.
“Survei ini menjadi salah satu indikator penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan baik. Namun kami tidak akan berhenti sampai di sini. Ini menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi,” kata Menhub Dudy di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Ia menyebut, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini berlangsung relatif lancar dan aman tanpa kendala besar. Namun demikian, Kemenhub tetap akan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi Pustral UGM terkait perbaikan di setiap moda transportasi.
Survei tersebut dilakukan dengan metode Stratified Multistage Sampling dan margin of error sebesar 2,5 persen di 188 simpul transportasi, mulai dari rest area, terminal, pelabuhan, stasiun hingga bandara. Empat aspek utama menjadi indikator penilaian, yakni prasarana, sarana, manajemen transportasi, serta kebijakan pemerintah.
Hasilnya, moda kereta api mencatat skor kepuasan tertinggi dengan nilai 93,38, disusul penyeberangan 93,31, moda udara 88,98, moda laut 88,09, bus 85,32, dan kendaraan pribadi 84,76.
Menhub Dudy mengapresiasi kerja seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI-Polri, BUMN, pemerintah daerah, operator transportasi, asosiasi, petugas lapangan hingga media massa.
“Capaian ini bukan sekadar angka statistik, tapi cerminan kolaborasi lintas sektor. Namun kami sadar, tantangan transportasi ke depan semakin kompleks dan menuntut perbaikan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Kemenhub berjanji terus berinovasi dan memperkuat koordinasi demi memastikan layanan transportasi nasional semakin aman, nyaman, dan andal, tidak hanya saat Nataru, tetapi juga pada periode Lebaran dan hari besar lainnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













