Stok Beras Aman, Penyaluran SPHP di Sumbar Tembus 8 Ribu Ton Per September 2025

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Andi Amran Sulaiman, didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, tinjau penyaluran beras SPHP di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang. (dok. rentak.id)

Mentan Andi Amran Sulaiman, didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, tinjau penyaluran beras SPHP di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang. (dok. rentak.id)

PADANG – Pemerintah terus mengupayakan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman, didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau langsung penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/9/2025).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wali Kota Padang Fadly Amran. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat distribusi beras SPHP agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kehadiran kami bersama Menteri Pertanian di Pasar Lubuk Buaya merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memantau langsung kondisi pangan di lapangan. BULOG akan terus mengawal distribusi SPHP hingga target penyaluran akhir tahun tercapai, sekaligus memastikan stok beras tetap aman,” ujar Ahmad Rizal.

Berdasarkan data per 15 September 2025, penyaluran beras SPHP di Sumatera Barat telah mencapai lebih dari 8 ribu ton atau sekitar 24 persen dari target 33 ribu ton yang ditetapkan hingga Desember 2025.

Capaian ini mencerminkan keseriusan pemerintah melalui BULOG dalam menjaga kestabilan harga beras sekaligus menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Dalam peninjauan, Mentan Amran dan jajaran juga berdialog langsung dengan pedagang di beberapa kios, seperti Toko Beras Nides, Toko Beras Ibu Eti, dan Toko Beras Yanti. Para pedagang menyambut positif keberadaan beras SPHP.

Salah seorang pedagang mengungkapkan,

“Beras SPHP ini peminatnya banyak karena kualitasnya bagus. Kami juga tidak mengalami kendala dalam pemesanan, dan pembeli sering kembali karena puas dengan harga dan kualitasnya,” tuturnya.

Mentan Andi Amran menegaskan bahwa program SPHP memiliki dampak signifikan terhadap pengendalian harga pangan.

“Dari hasil pemantauan, inflasi yang sebelumnya berada di angka 2,7 persen kini turun menjadi 2,31 persen. Ini menunjukkan langkah-langkah stabilisasi mulai berhasil. Operasi pasar dan penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan agar harga tetap terkendali,” jelasnya.

Selain distribusi melalui jalur resmi BULOG, penyaluran beras SPHP juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pangan setempat, koperasi, outlet pemerintah dan BUMN, outlet pangan binaan pemerintah daerah, hingga dukungan aparat TNI dan Polri. Rumah Pangan Kita (RPK) serta jaringan ritel modern juga turut berperan dalam memperluas jangkauan penyaluran.

Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan instansi terkait dapat menjaga kestabilan harga beras di tengah tantangan fluktuasi harga pangan.

Monitoring yang dilakukan Mentan Amran dan jajaran hari ini menjadi momentum penting untuk memastikan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, tetap dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis target penyaluran 33 ribu ton beras SPHP di Sumatera Barat hingga akhir tahun dapat tercapai dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Berita Terbaru