Warga Perbatasan Indonesia Hanya Nikmati Listrik 3 Jam Sehari, DPR Minta PLN Bertindak

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangkit PLN. (ist)

Pembangkit PLN. (ist)

JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI, Gulam Mohamad Sharon, menyoroti ketimpangan pasokan listrik di wilayah perbatasan Indonesia yang masih jauh dari kata layak. Di sejumlah daerah perbatasan seperti Badau, Antiko, dan Ketungau, masyarakat hanya bisa menikmati listrik selama tiga jam per hari, sementara Malaysia yang berbatasan langsung justru mengalami kelebihan pasokan listrik.

“Teman saya di Malaysia cerita, mereka kelebihan listrik. Tapi mirisnya, daerah perbatasan kita justru masih gelap dan kesulitan listrik,” ungkap Sharon dalam rapat Komisi XII DPR RI bersama PLN, Selasa (26/8/2025).

Politisi asal Kalimantan Barat itu menilai kondisi ini berdampak besar bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang kesulitan belajar dan mengakses internet. Ia menegaskan bahwa keterbatasan listrik bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda.

Sharon mendorong PLN tidak bekerja sendiri dalam mengupayakan pasokan listrik dari Malaysia. Menurutnya, melibatkan pihak swasta bisa menjadi solusi cepat untuk mengatasi keterbatasan tersebut.

“Kalau PLN kesulitan, pihak swasta bisa lebih lincah. Malaysia terang benderang, sementara Indonesia yang hanya berjarak satu hingga dua kilometer masih gelap,” tegasnya.

Selain itu, Sharon juga meminta Pertamina bersikap lebih fleksibel dalam mendukung program pemerataan energi, dengan catatan tetap mematuhi aspek hukum. Ia menekankan bahwa Komisi XII DPR RI berkomitmen mengawal agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

Ia berharap akses listrik di perbatasan dapat segera diperbaiki sehingga masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di garis terluar, bisa merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata.

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru