JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai Presiden Prabowo Subianto sudah saatnya melakukan pergantian atau reshuffle sejumlah menteri. Ia menegaskan, terlalu banyak menteri di kabinet yang justru merusak reputasi pemerintah.
“Presiden Prabowo Subianto sudah waktunya melakukan pergantian menteri. Terlalu banyak menteri di kabinet yang justru merusak reputasi pemerintah,” kata Dedi Kurnia Syah, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, beberapa nama menteri layak diganti karena hanya membuat kegaduhan dan tidak produktif. Ia menyebutkan Raja Juli Antoni dan Budi Arie Setiadi serta beberapa menteri lainnya layak di-reshuffle.
“Hal itu karena sikap politik dan kinerja mereka justru memprihatinkan. Kebutuhan reshuffle juga diperlukan karena pemerintah sedang giat membangun reputasi yang baik,” ujarnya.
Dedi menilai, langkah strategis yang diambil Prabowo, seperti pembentukan banyak satuan tugas (satgas), penggabungan unit usaha negara, hingga terbentuknya Danantara, menjadi penanda bahwa Presiden sebenarnya tidak sepenuhnya percaya dengan kualitas dan kapasitas kerja sebagian menterinya.
“Itulah sebabnya Prabowo tetap mempercayakan pekerjaan kepada tokoh tertentu seperti Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, dan beberapa nama lainnya,” tambahnya.
Ia mencontohkan program Koperasi Merah Putih yang ternyata tidak dikelola oleh Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi. Menurut Dedi, ini menjadi bukti jelas bahwa Budi Arie tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari Presiden.
“Ini saatnya Prabowo melakukan reshuffle, dan publik besar kemungkinan akan mendukung langkah tersebut,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













