JAKARTA — Pemerintah Indonesia akhirnya bergerak cepat merealisasikan proyek ambisius Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa Pantai Utara Jawa, yang sempat mandek selama puluhan tahun.
Proyek sepanjang sekitar 500 kilometer, membentang dari Banten hingga Gresik, ini akan menjadi solusi strategis untuk mengatasi ancaman kenaikan muka air laut dan abrasi di kawasan padat penduduk tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun tanggul laut yang ditaksir menelan anggaran hingga USD 80 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun (kurs Rp16.300/USD). Proyek ini ditargetkan rampung secara bertahap dalam 15 hingga 20 tahun ke depan.
“Sekarang tidak ada lagi penundaan, kita akan segera mulai itu. Saya sudah perintahkan tim untuk roadshow ke berbagai wilayah, dan dalam waktu dekat saya akan bentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa,” kata Presiden Prabowo saat menutup International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Conference Center (JICC), Jumat (13/6/2025).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya proyek ini tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga sebagai langkah menyelamatkan jutaan jiwa dari ancaman perubahan iklim.
“Arahan Bapak Presiden tersebut bukan hanya merupakan respons teknis, tapi sebuah keputusan yang berani untuk menyelamatkan masa depan jutaan rakyat di pesisir utara Jawa. Bagi bangsa yang hidup di kepulauan, melindungi garis pantai adalah melindungi eksistensinya,” ujar AHY.
Ia juga mengungkap bahwa pemerintah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Giant Sea Wall Pantura untuk mempercepat pelaksanaan proyek sekaligus mengintegrasikan kerja lintas kementerian dan daerah.
Konferensi ICI 2025 yang berlangsung megah di Jakarta menjadi ajang penguatan kolaborasi internasional di bidang infrastruktur. Lebih dari 7.000 peserta dari puluhan negara menghadiri acara ini, termasuk delegasi dari Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Norwegia, Uni Eropa, hingga Uni Emirat Arab.
Sejumlah investor dan lembaga pembiayaan global juga menunjukkan ketertarikan mereka dalam mendukung proyek-proyek besar Indonesia, termasuk Giant Sea Wall, antara lain:
Macquarie Group (Australia)
GIC (Singapura)
World Bank
International Finance Corporation (IFC)
Asian Development Bank (ADB)
The Asia Group
Turut hadir dalam acara ini jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju, anggota DPR/MPR dan DPD RI, serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Dengan proyek tanggul laut ini, Indonesia tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga fondasi ketahanan iklim dan perlindungan bagi masa depan kawasan pesisir yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial nasional.
Penulis : lazir
Editor : ameri













