JAKARTA – Komitmen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam membangun sistem tata kelola arsip yang transparan dan adaptif kembali membuahkan hasil manis. Dalam ajang bergengsi Penerimaan Penghargaan Kearsipan Tahun 2024 yang digelar oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kemnaker sukses menyabet dua penghargaan nasional sekaligus, memperkuat posisinya sebagai institusi pelopor pengelolaan arsip modern di lingkungan kementerian.
Kemnaker meraih peringkat III nasional dalam kategori Pengawasan Kearsipan Tahun 2024 Klaster Kementerian, dengan predikat AA “Sangat Memuaskan”, sebuah capaian yang menegaskan kualitas tata kelola arsip di lembaga tersebut. Penghargaan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Chris Kuntadi, dalam seremoni yang berlangsung di Kantor ANRI, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
“Kearsipan bukan sekadar urusan menyimpan dokumen, melainkan fondasi penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Chris usai menerima penghargaan.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Kemnaker yang terus berinovasi membangun sistem kearsipan yang modern dan inklusif.”
Tak hanya unggul dalam pengawasan, Kemnaker juga dinobatkan sebagai Simpul Jaringan Terbaik Nasional (SJTN) 2025, mengungguli kementerian dan lembaga lain dalam hal keaktifan mengunggah arsip terbuka ke sistem informasi kearsipan nasional. Hingga 16 Mei 2025, tercatat 29.842 arsip terbuka telah diunggah oleh Kemnaker ke dalam platform SIKN-JIKN (Sistem Informasi Kearsipan Nasional – Jaringan Informasi Kearsipan Nasional), menjadikannya kementerian paling aktif di luar ANRI dalam mendukung keterbukaan informasi publik.
Lebih dari itu, prestasi individu juga turut mengharumkan nama Kemnaker. Salah satu arsiparisnya, Herdito Haryowidagdo, berhasil menyabet Juara 2 dalam Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional 2025, sebuah pencapaian yang mencerminkan kompetensi SDM pengelola arsip di kementerian ini.
Chris menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses panjang menuju birokrasi yang lebih tertib dan digital. “Kami percaya, reformasi birokrasi yang efektif berawal dari pengelolaan arsip yang tertib, digital, dan terintegrasi,” tegasnya.
Dengan torehan ini, Kemnaker menunjukkan bahwa pengelolaan arsip yang baik bukan hanya mendukung efisiensi internal, tetapi juga menjadi tulang punggung keterbukaan informasi dan pelayanan publik yang berkualitas.
Penulis : amanda az
Editor : reni diana













