Partai Buruh Desak KPK dan Kejagung Usut Tuntas Kasus Korupsi Kemnaker dan Sritex

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Said Iqbal saat paparkan demo di depan kantor Kemenaker. (dok. rentak.id)

Said Iqbal saat paparkan demo di depan kantor Kemenaker. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Ribuan buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan Koalisi Serikat Pekerja – Partai Buruh (KSP-PB) turun ke jalan pada Kamis, 22 Mei 2025.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung, menuntut pengusutan tuntas dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) serta meminta penetapan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) sebagai tersangka.

“Aksi ini bukan sekadar soal uang negara, tetapi juga soal nasib buruh. Puluhan ribu buruh Sritex hingga kini belum menerima THR dan pesangon mereka. Ini bentuk perampasan hak yang harus dihentikan,” tegas Presiden Partai Buruh, Said Iqbal,  Rabu (21/5/2025)

Said menambahkan, “Kami mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung. Jika benar ada kerugian negara, maka tangkap dan penjarakan pelakunya, termasuk Direktur Utama PT Sritex. Tapi jangan berhenti di situ. Negara juga wajib menyelamatkan kehidupan buruh yang jadi korban.”

Diketahui, Direktur Utama PT Sritex telah ditahan dalam kasus dugaan penyalahgunaan fasilitas kredit yang berpotensi menimbulkan kerugian besar terhadap keuangan negara. Namun, KSP-PB menilai fokus hukum tidak boleh semata-mata pada aspek keuangan negara, tapi juga pada dampak langsung yang dirasakan ribuan buruh.

KSP-PB juga mengkritik lemahnya penegakan hukum ketenagakerjaan yang menyebabkan banyak pelanggaran luput dari jerat pidana. “Sudah terlalu sering buruh jadi korban pengusaha nakal, sementara negara abai. Ini harus dihentikan,” ujar perwakilan KSP-PB dalam pernyataan tertulis.

Sebagai bentuk lanjutan dari aksi ini, KSP-PB telah menjadwalkan aksi nasional besar-besaran pada 10 Juni 2025, yang akan digelar serentak di lebih dari 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Di Jakarta, pusat aksi akan berada di Gedung DPR RI dan Istana Negara, membawa tuntutan pembenahan total sistem ketenagakerjaan dan keadilan bagi seluruh buruh.

“Aksi ini akan menjadi penanda bahwa buruh tidak akan diam saat hak-haknya diinjak-injak,” ujar Said Iqbal.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB