Anggota DPR Desak Vendor Kantin Sekolah Diganti Usai Kasus Keracunan Massal

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani. (dok. rentak.id)

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di sebuah sekolah di Bogor.

Politisi Nasdem ini meminta pihak terkait segera bertindak tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Yang pertama, kami menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam dan mendoakan agar anak-anak didik segera sehat dan pulih kembali,” ujar Irma dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).

Irma menilai, kasus ini merupakan yang terparah dibandingkan insiden serupa sebelumnya.

Karena itu, ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengganti vendor penyedia makanan atau bahkan memutus kontrak kerja sama dengan pihak yang bersangkutan.

“Kalau perlu, BGN juga harus meminta pertanggungjawaban hukum kepada vendor tersebut,” tegasnya.

Tak hanya itu, Irma juga meminta pemutusan kontrak terhadap tiga pegawai BGN yang terlibat langsung dalam operasional kantin di lokasi kejadian, yaitu chef, ahli gizi, dan petugas pengawasan (kontrol). Ia menilai mereka telah lalai dalam menjalankan tugas.

“Mereka tidak bekerja dengan benar. Ini tanggung jawab langsung mereka dan harus ada konsekuensi,” tambahnya.

Irma juga menyoroti peran Yayasan Bosowa Bina Insani yang menjadi pengelola kantin tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kantin ini sebelumnya dijadikan proyek percontohan sebagai Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) oleh BGN, berdasarkan informasi dari Ketua BGN, Dadan Hidayana.

Namun, menurut Irma, keputusan tersebut keliru karena pihak pengelola belum memiliki pengalaman sebagai penyedia katering berskala besar.

“Sejak awal saya sudah kurang setuju. Kantin sekolah jangan ditangani oleh pihak yang belum punya pengalaman menyediakan makanan dalam jumlah besar, apalagi lebih dari seribu porsi,” tandasnya. ***

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru