CBA Desak Direksi PLN Mundur Usai Blackout Bali dan Bekasi

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi (dok.pribadi)

Direktur Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi (dok.pribadi)

JAKARTA – Pemadaman listrik di Bali dan Bekasi memicu kritik tajam. Direktur Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mendesak seluruh jajaran direksi dan komisaris PT PLN (Persero) untuk mundur dari jabatannya. Menurutnya, insiden blackout selama lima jam di Bali tidak hanya mencoreng wajah PLN, tapi juga mempermalukan Indonesia di mata dunia.

“Itu seluruh jajaran direksi dan komisaris PT PLN (Persero) sebaiknya mundur saja. Ini memalukan Indonesia di dunia internasional,” tegas Uchok dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Uchok menyesalkan buruknya pelayanan PLN, terlebih dengan tingginya gaji yang diterima para petingginya. Ia menyebut, gaji jumbo tak sebanding dengan kemampuan menjaga pasokan listrik yang stabil, terutama di kawasan wisata utama seperti Bali.

“Gaji gede, kok gagal memberikan layanan setrum yang mumpuni untuk warga Bali, wisatawan juga kena imbasnya. Ini bukan cuma soal teknis, tapi soal tanggung jawab,” ujarnya.

Kritik Uchok juga menyasar pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus juru bicara Presiden, Prasetyo Hadi, yang sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden pemadaman tersebut. Menurut Uchok, permintaan maaf saja tidak cukup.

“Sebaiknya Mensesneg Prasetyo Hadi bukan hanya minta maaf, tapi juga kasih rekomendasi agar Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, diganti. Dia sudah terlalu kenyang pengalaman di PLN, tapi performanya begitu-begitu saja,” cetus Uchok.

Ia bahkan menilai kinerja direksi PLN saat ini tak serius dan terkesan masa bodoh terhadap kejadian besar seperti blackout selama lima jam di Bali. “Makanya kinerjanya asal-asalan saja. Masa bodoh dengan blackout yang bikin repot semua orang,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah Bali pada Sabtu (3/5/2025), dan berlangsung selama sekitar lima jam. Beberapa jam kemudian, blackout juga dilaporkan terjadi di sejumlah area di Kota Bekasi, Jawa Barat. Hingga kini, PLN menyebut tengah menyelidiki penyebab gangguan tersebut.

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru