JAKARTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan di kawasan Asia Tenggara terus digencarkan. Perum BULOG menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Yang Berhormat Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di kantor pusat Perum BULOG, Jakarta, Selasa (23/4/2025).
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama bilateral di bidang logistik dan pengelolaan cadangan pangan.
Rombongan Menteri Mohamad Sabu tiba di kantor BULOG usai melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Mereka disambut langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Novi Helmy Prasetya, beserta jajaran manajemen perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama strategis, khususnya dalam pengelolaan stok cadangan pangan, distribusi komoditas pokok, serta penerapan teknologi logistik modern. Model pengelolaan pangan yang diterapkan BULOG menjadi perhatian khusus delegasi Malaysia.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah positif dalam membangun kolaborasi regional yang lebih kuat di sektor pangan. Menteri Mohamad Sabu juga menyampaikan minat besar untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan cadangan pangan di Indonesia, yang dinilai efisien dan adaptif,” ujar Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Arwakhudin Widiarso.
Yang Berhormat Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu pun mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak BULOG. Ia menyatakan kekagumannya terhadap sistem logistik pangan yang diterapkan di Indonesia, serta berharap kerja sama antara kedua negara dapat ditingkatkan melalui berbagai bentuk, termasuk pertukaran pengetahuan dan proyek bersama.
“Malaysia sangat tertarik untuk belajar lebih jauh dari sistem yang diterapkan BULOG, terutama bagaimana Indonesia mampu menjaga stabilitas pangan nasional melalui cadangan strategis,” tutur Menteri Mohamad Sabu.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sinergi yang lebih erat antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan pangan global, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional masing-masing negara. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri













