Retret di Balik Jeruji: Hasto Temukan Ketenteraman Rohani di Rutan KPK

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, usai membesuk Hasto di Rutan KPK, Kuningan, Jakarta. (dok.pdip)

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, usai membesuk Hasto di Rutan KPK, Kuningan, Jakarta. (dok.pdip)

JAKARTA – Bagi sebagian orang, jeruji besi bisa menjadi tempat yang menyesakkan. Tapi bagi Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru menjadi tempat kontemplasi dan pemurnian diri.

Hal ini diungkap langsung oleh Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, usai membesuk Hasto di Rutan KPK, Kuningan, Jakarta, pada Senin (14/4/2025).

Dalam dialog selama kurang lebih satu jam itu, Kardinal Suharyo menyampaikan bahwa Hasto memaknai masa tahanannya sebagai sebuah retret—waktu yang diisi dengan doa, refleksi, dan aktivitas spiritual.

“Mas Hasto merasa bahwa ini adalah masa untuk retret. Kata retret dipakai untuk memurnikan diri,” ujar Kardinal Suharyo.

Menurut Kardinal, selama di dalam tahanan, Hasto menjalani rutinitas harian yang penuh makna. Ia memulai hari dengan doa-doa yang dulu tak sempat dilantunkan saat masih aktif berpolitik, lalu melanjutkan dengan membaca Kitab Suci, berolahraga, menulis, dan berdiskusi dengan sesama tahanan.

“Pagi bangun, berdoa—doa-doa yang tidak sempat diucapkan pada waktu beliau masih aktif—itu sekarang ada kesempatannya untuk mendoakannya secara lengkap,” jelas Kardinal.

“Membaca kitab suci, olahraga, menulis, berpikir, refleksi, diskusi, itu dilakukan di dalam tahanan ini bersama dengan teman-teman,” sambungnya.

Kardinal Suharyo menyebut, Hasto bahkan membawa energi positif ke lingkungan rutan. Ia mendorong sesama tahanan untuk tetap semangat dan tidak larut dalam keterbatasan.

“Kan tidak mudah ya, mengartikan sesuatu yang tidak menyenangkan itu. Tetapi itulah yang ditemukan oleh Pak Hasto. Menemukan waktu untuk berdoa, berdiskusi, dan menulis refleksi-refleksi yang menjadi buah dari peristiwa ini,” ujarnya.

Yang cukup mencengangkan, menurut Kardinal, Hasto juga menjalani puasa selama tiga hari tiga malam—tanpa makan dan minum. Ia menyebut puasa itu terinspirasi dari kisah tokoh Kitab Suci, Ester.

“Salah satu yang boleh dikatakan ekstrim adalah menjalankan puasa 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum,” kata Kardinal.

“Itu sesuai dengan salah satu tokoh di dalam Kitab Suci yang namanya Ester. Saya itu tidak makan setengah hari saja pusing,” tambahnya sambil tersenyum.

Dalam percakapan spiritual mereka, Hasto dan Kardinal juga sempat membahas bentuk doa dalam menghadapi kesulitan. Alih-alih meminta pembebasan dari penderitaan, mereka lebih memilih berdoa agar diberikan kekuatan untuk mewartakan kebenaran.

“Biasanya orang minta dibebaskan dari kesulitan, tapi doa yang kami bahas justru memohon kekuatan untuk mewartakan kebenaran,” jelas Kardinal.

Tak hanya itu, Hasto dan tahanan Katolik lainnya juga merayakan Misa di dalam rutan, termasuk perayaan Minggu Palma.

“Ternyata hari Minggu kemarin ada Misa untuk teman-teman yang beragama Katolik di dalam. Mereka juga menerima daun palma,” kata Kardinal Suharyo menutup penjelasannya.

Penulis : amana az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru