Mudik 2025 Lancar dan Hangat, AHY: Pemerintah Hadir di Setiap Langkah

- Penulis

Sabtu, 12 April 2025 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu di Kantor Kementerian Perhubungan. (dok.rentak.id)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu di Kantor Kementerian Perhubungan. (dok.rentak.id)

JAKARTA – Lebaran 2025 menjadi salah satu momen arus mudik terbesar dalam sejarah Indonesia. Pemerintah mencatat, sebanyak 154 juta orang melakukan perjalanan mudik dan balik selama Idulfitri 1446 Hijriah. Angka ini naik 5,6% dari prediksi awal sebesar 146 juta.

“Ini luar biasa. Dari angka awal yang diprediksi, ternyata ada kenaikan signifikan. Totalnya mencapai 154 juta perjalanan. Meski ada sedikit penurunan dibanding tahun 2024, tapi dari sisi penanganan, ini sangat berhasil,” ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu di Kantor Kementerian Perhubungan, Sabtu (12/4/2025).

AHY menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi dan jajarannya, atas kerja keras mereka dalam memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, lancar, dan nyaman.

“Kerja keras, koordinasi lintas sektor, serta kepemimpinan yang efektif dari Kemenhub menjadi kunci suksesnya pengelolaan mudik tahun ini,” kata AHY.

Menurut AHY, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi dan kebijakan yang dijalankan secara kolaboratif. Pemerintah menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) yang terbukti mampu mengurai kepadatan arus balik.

“Bukan hanya soal teknis transportasi, tapi juga tentang bagaimana kita memanusiakan perjalanan. Mudik itu bukan sekadar berpindah tempat, tapi perjalanan hati untuk bertemu keluarga,” jelasnya.

Respons cepat terhadap kondisi cuaca, kesiapan infrastruktur, dan simulasi skenario lalu lintas juga disebutnya berkontribusi besar dalam menjaga kelancaran pergerakan masyarakat selama periode mudik.

Pemerintah Hadir Meringankan Beban
Tak hanya soal kelancaran, pemerintah juga hadir dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Tiket pesawat domestik, misalnya, berhasil diturunkan antara 13 hingga 15 persen, hasil dari kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

“Pertamina ikut menurunkan harga avtur, pengelola bandara seperti Angkasa Pura dan InJourney memberikan potongan tarif jasa kebandaraan, bahkan ada insentif PPN yang ditanggung pemerintah,” ungkap AHY.

Ia juga menegaskan, sinergi seperti ini harus terus dijaga karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama saat momen besar seperti Lebaran.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut AHY, telah memberikan arahan agar pemerintah terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penyediaan layanan publik strategis seperti transportasi. Evaluasi dan penguatan sistem menjadi langkah utama ke depan.

“Ini bukan sistem autopilot. Ada peran aktif dari pusat hingga daerah, dari TNI-Polri, kementerian teknis, sampai operator transportasi. Kita harus terus memperbaiki dan memperkuat sistem nasional kita,” tegasnya.

Acara penutupan posko ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan perwakilan lembaga strategis, seperti Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Wamenhub Suntana, serta perwakilan dari TNI, Polri, BNPB, dan BUMN transportasi.

Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya sinergi nasional yang mampu mewujudkan layanan mudik yang tidak hanya efisien, tetapi juga humanis. ***

Penulis : amana az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB