Demonstrasi Indonesia Gelap: Suara Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan

- Penulis

Sabtu, 22 Februari 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstrasi Indonesia Gelap oleh Kelompok Mahasiswa, Massa Aksi Memulai Long March dari Taman Ismail Marzuki dan bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Demonstrasi Indonesia Gelap oleh Kelompok Mahasiswa, Massa Aksi Memulai Long March dari Taman Ismail Marzuki dan bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat.

JAKARTA – Gerakan Indonesia Gelap kembali turun ke jalan pada hari ketiga aksinya, Jumat (21/2/2025). Massa aksi memulai long march dari Taman Ismail Marzuki pukul 13.00 WIB dan bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi ini bertujuan mengedukasi publik mengenai kondisi demokrasi dan politik di Indonesia. Demonstrasi ini diakhiri sekitar pukul 19.14 WIB dengan nyanyian lagu “Bayar Bayar Bayar” yang dipopulerkan oleh Band Sukatani.

Juru Bicara Indonesia Gelap dari Koalisi Masyarakat Sipil, Tegar Afriansyah, menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk bernegosiasi dengan pemerintah, melainkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami sadar bahwa pemerintah tidak akan menemui kami. Tapi, tujuan utama kami bukan itu. Kami ingin mengajak masyarakat memahami kondisi politik dan ekonomi yang sedang terjadi,” ujar Tegar.

Fokus utama aksi ini adalah menolak Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Massa aksi menilai kebijakan tersebut merugikan rakyat.

Selain itu, mereka juga mendesak pembatalan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara), yang dirancang sebagai lembaga pengelola investasi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

“Kami menuntut evaluasi total terhadap Danantara agar pengelolaan investasi benar-benar menguntungkan rakyat, bukan segelintir elit politik,” tegas Tegar.

Empat Isu Utama yang Disuarakan
Massa aksi Indonesia Gelap mengangkat empat isu utama dalam tuntutan mereka:

  1. Pengesahan UU Pro Rakyat: Mendorong pemerintah segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat, RUU Perampasan Aset, dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
  2. Penolakan Regulasi Antirakyat: Menolak revisi UU TNI, UU Polri, Tatib DPR, UU Minerba, serta UU Kejaksaan yang dinilai merugikan masyarakat.
  3. Evaluasi Kebijakan Anggaran: Menyoroti efisiensi anggaran, penambahan jumlah kementerian, program makan bergizi gratis (MBG), proyek strategis nasional (PSN) yang bermasalah, serta penghapusan tunjangan kinerja bagi dosen dan guru.
  4. Pembatalan Kebijakan Bermasalah: Mendesak pembatalan peran ganda TNI/Polri, Inpres Nomor 1 Tahun 2025, penggunaan APBN untuk Danantara, serta proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selama aksi, massa terus menyanyikan lagu “Bayar Bayar Bayar”, yang sebelumnya menjadi viral di media sosial. Lagu ini pertama kali dinyanyikan dalam aksi Kamisan di depan Istana Negara pada Kamis (20/2/2025) sebagai bentuk kritik terhadap institusi kepolisian. Band Sukatani sendiri telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian setelah lagu tersebut menuai kontroversi.

Berikut sepenggal lirik lagu “Bayar Bayar Bayar” yang dinyanyikan dalam aksi:

Mau bikin SIM bayar polisi
Ketilang di jalan bayar polisi
Touring motor gede bayar polisi
Angkot mau ngetem bayar polisi

Aksi Indonesia Gelap masih akan berlanjut dengan rencana aksi berikutnya, sambil terus mendorong transparansi dan kebijakan yang berpihak pada rakyat. (Rahmat Kurnia)

 

Penulis : Rahmat Kurnia

Editor : Erka

Berita Terkait

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Berita Terbaru