Efisiensi Anggaran oleh Pemerintah, Gapensi Soroti Dampaknya, Akankah Gelombang PHK akan Terjadi ?

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kebijakan pemerintah dalam memangkas anggaran sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) menimbulkan kegelisahan di berbagai sektor, terutama industri konstruksi yang terkena dampak signifikan. Pemotongan anggaran ini dianggap dapat menghambat berbagai proyek infrastruktur penting di Indonesia.

Salah satu yang terkena dampak terbesar adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang mengalami pemotongan anggaran hingga 80%. Dari total anggaran awal sebesar Rp 110,95 triliun, kini hanya tersisa Rp 29,57 triliun untuk Tahun Anggaran 2025.

Ketua Umum BPP Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Karumpa, menilai kebijakan ini sebagai langkah yang perlu dievaluasi ulang. Menurutnya, pembangunan infrastruktur memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti meskipun anggaran kita terbatas. Ada banyak proyek prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jangan sampai efisiensi ini malah menghambat kemajuan,” ujar Andi dalam wawancara pada Senin (10/2/2025).

Ia menekankan bahwa proyek infrastruktur bukan hanya soal jalan dan jembatan, tetapi juga mendukung berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Lebih dari itu, sektor konstruksi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Diketahui, efisiensi anggaran sektor konstruksi ini bertujuan untuk mengalokasikan dana ke program prioritas pemerintah lainnya, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Andi menilai pengorbanan terhadap sektor infrastruktur bisa berdampak luas, termasuk berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pekerja konstruksi.

“(Program MBG) ini semoga bisa menjadi berkah bagi teman-teman UMKM. Tapi kita juga harus ingat, banyak sekolah yang butuh perbaikan, puskesmas yang harus direnovasi, jembatan-jembatan gantung yang masih sangat diperlukan di daerah terpencil. Kalau infrastrukturnya terbatas, bagaimana anak-anak bisa sekolah dengan aman? Bagaimana central kitchen untuk program MBG bisa beroperasi maksimal?” paparnya.

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur justru bisa menjadi penghambat dalam implementasi berbagai program sosial pemerintah. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan efisiensi anggaran ini dan memastikan dampaknya tidak merugikan sektor konstruksi dan UMKM.

“Jangan sampai kita terlalu fokus pada makan bergizi, tapi lupa bahwa besok orang tua yang seharusnya memberi makan anaknya malah terkena PHK,” pungkasnya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Sumber Berita: investor.id

Berita Terkait

Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat
LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot
Banjir Bandang Ancam Padang, Kementerian PU Siapkan Rp487 Miliar dan Bendung Penahan Sedimen
Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa
Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:21 WIB

LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Banjir Bandang Ancam Padang, Kementerian PU Siapkan Rp487 Miliar dan Bendung Penahan Sedimen

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Berita Terbaru

Transportasi

Pelanggan KA PSO KAI Tumbuh 7,7 Persen, Tembus 14,16 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB