Gagal Berangkat ke Singapura, Pekerja Migran Ilegal Asal Jember Dicegah di Tanjungpinang

- Penulis

Selasa, 11 Februari 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BP3MI Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan pengirimannya di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. (dok.kemenp2mi)

BP3MI Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan pengirimannya di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. (dok.kemenp2mi)

TANJUNGPINANG –  Upaya Tati Sugiati (43), warga Jember, Jawa Timur, menjadi pekerja migran ilegal ke Singapura berujung kegagalan.

Petugas Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan pengirimannya di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, pada Minggu (9/2/2025).

Tati nyaris berangkat setelah tergiur tawaran gaji besar sebagai asisten rumah tangga (ART). Ia dijanjikan upah US$613 per bulan, meski harus mengalami pemotongan sebesar US$400 selama empat bulan pertama.

“Awalnya korban melihat lowongan kerja di media sosial Facebook. Setelah menghubungi nomor yang tertera, ia berkomunikasi dengan seseorang berinisial EFR yang diduga calo pekerja migran ilegal,” ungkap BP3MI Kepri dalam laporannya, Selasa  (11/2/2025).

Menurut laporan tersebut, Tati diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Dari sana, ia diarahkan untuk masuk ke Singapura melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura. Namun, langkahnya terhenti setelah petugas BP3MI Kepri berhasil mencegahnya.

Tak berhenti sampai di situ, BP3MI Kepri melakukan strategi lebih lanjut dengan memancing EFR agar muncul di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Rencana itu membuahkan hasil—EFR berhasil diamankan dan segera diserahkan ke Polres Tanjungpinang.

“Pelaku, barang bukti, dan korban telah dilimpahkan ke Polres Tanjungpinang untuk penyelidikan lebih lanjut terkait perkara penempatan ilegal pekerja migran Indonesia,” tegas BP3MI Kepri.

Kasus ini kembali menegaskan betapa maraknya praktik perekrutan pekerja migran ilegal yang memanfaatkan celah di media sosial.

Masyarakat diimbau lebih berhati-hati agar tidak terjebak janji manis sindikat perdagangan manusia. ***

 

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB