JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menggelar audiensi dengan jajaran Perum BULOG di Kantor Pusat BULOG, Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas peran BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat komunikasi publik, sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menegaskan bahwa BULOG memiliki mandat besar dalam menjaga ketersediaan pangan pokok.
“BULOG pada prinsipnya bukan hanya operator logistik, tetapi garda depan negara dalam memastikan pangan pokok selalu tersedia bagi masyarakat. Dengan adanya Inpres 6/2025, mandat kami semakin kuat: menjaga stabilitas harga, ketersediaan beras yang cukup, dan kualitas yang sesuai standar. Karena itu, edukasi publik menjadi penting agar masyarakat memahami peran BULOG sekaligus merasa terlindungi sebagai konsumen,” tegas Sudarsono.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana, menilai audiensi ini penting untuk menyalurkan aspirasi konsumen terkait isu beras yang sering muncul di masyarakat.
“Pengaduan konsumen biasanya terkait kualitas beras, keterjangkauan harga, dan ketersediaan di pasar. Audiensi ini memberi kesempatan bagi kami untuk berdialog langsung dengan BULOG agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, tidak terjebak isu simpang siur, serta lebih memahami hak-haknya sebagai konsumen,” ujar Niti.
Dalam audiensi, BULOG memaparkan berbagai strategi untuk menjaga ketahanan pangan.
Di tingkat hulu, BULOG aktif menyerap gabah petani melalui mekanisme Harga Pembelian Pemerintah (HPP) guna melindungi petani dan menjaga rantai pasok.
Di tingkat hilir, BULOG menyalurkan CBP melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta distribusi darurat saat bencana.
BULOG juga mengelola lebih dari 1.500 gudang berkapasitas 3 juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia, dilengkapi dengan sentra penggilingan padi dan jaringan distribusi luas. Selain itu, lebih dari 28 ribu outlet Rumah Pangan Kita (RPK) menjadi ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat.
Transformasi digital juga terus dilakukan, mulai dari aplikasi Mitra Tani untuk pencatatan panen, ERP System untuk manajemen logistik, hingga MyRPK yang memudahkan konsumen membeli beras dan produk BULOG secara transparan dan efisien.
YLKI menekankan bahwa peran BULOG bukan hanya soal ketersediaan beras, tetapi juga menjaga stabilitas pangan nasional.
“Masyarakat perlu diyakinkan bahwa negara hadir melalui BULOG untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga kesejahteraan petani. Transparansi informasi dan komunikasi publik yang intensif akan menjadi fondasi agar konsumen merasa tenang dan terlindungi,” jelas Niti Emiliana.
Dengan adanya kolaborasi BULOG dan YLKI, diharapkan konsumen mendapatkan informasi yang jelas, harga beras tetap stabil, dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.
Penulis : amanda az
Editor : reni diana













