RENTAK.ID – Di tengah keragaman etnis dan budaya yang mewarnai Kota Medan, satu hal tak bisa diabaikan: akar budaya Melayu yang telah lama mengakar di Tanah Deli.
Kesadaran inilah yang kembali ditegaskan oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kota Medan di Balai Kota, Kamis (20/3).
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas menegaskan pentingnya memosisikan kebudayaan Melayu sebagai jiwa dari Kota Medan.
“Budaya Melayu bukan sekadar warisan masa lalu, tapi sumber daya identitas yang harus terus kita hidupkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara memiliki keunikan karena sejarah panjang Kesultanan Deli yang menjadi salah satu pondasi budaya Melayu di wilayah ini.
Sayangnya, menurut Rico, masih banyak potensi budaya Melayu yang belum digarap maksimal, baik dari sisi seni, kuliner, maupun tradisi.
“Saya ingin kebudayaan Melayu tidak hanya dipajang sebagai simbol. Kita harus berani membuat inovasi; memperkenalkan tarian, kuliner, hingga fesyen Melayu yang dikemas dengan sentuhan kekinian. Ini bisa jadi magnet baru, baik untuk masyarakat lokal maupun wisatawan,” tegasnya.
Rico juga menyoroti pentingnya regenerasi kreativitas di kalangan anak muda agar mereka bangga menghidupi budaya leluhur.
“Kalau di masa lalu cerita rakyat, pantun, lagu-lagu Melayu sangat hidup, mengapa kita tidak menciptakan karya baru dari nilai-nilai itu? Kita butuh narasi-narasi segar dari anak-anak muda Medan,” katanya didampingi Asisten Pemerintahan HM Sofyan dan Kadis Pendidikan & Kebudayaan Benny Sinomba Siregar.
Sementara itu, Ketua PD MABMI Kota Medan, T Syahmi Johan, menyampaikan harapannya agar sinergi antara MABMI dan Pemko Medan dapat terus diperkuat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengundang Wali Kota untuk hadir dalam acara buka puasa bersama yang akan digelar Sabtu (22/3/25).
“Kami ingin MABMI tidak hanya menjaga adat, tapi juga ikut aktif mendukung program Pemko Medan. Budaya Melayu adalah kekuatan kita bersama,” tutur Syahmi.
Dengan dorongan ini, diharapkan Kota Medan tidak hanya dikenal sebagai kota multietnis, tetapi juga sebagai kota yang mampu mengemas kekayaan budayanya menjadi daya saing sekaligus identitas yang membanggakan.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: Humas Pemko Medan













