Tujuh Nominator Terbaik Kompetisi Film Islami Nasional Diumumkan, Kemenag Dorong Dakwah Kreatif Lewat Sinema

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad (dua dari kanan)

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad (dua dari kanan)

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengumumkan tujuh nominator terbaik dalam Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025, Selasa (4/11/2025).

Pengumuman ini berlangsung bersamaan dengan pembukaan Expo Syiar Budaya Islam di Auditorium H.M. Rasjidi, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Toleransi Internasional, mengusung tema besar “The Wonder of Harmony: Merajut Cahaya Islami Keberagamaan, Cinta, dan Harapan.”

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Abu Rokhmad menekankan bahwa film memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara pandang dan perilaku masyarakat. Ia menyebut sinema sebagai sarana efektif untuk memperkuat dakwah Islam yang damai dan moderat.

“Film dapat berbicara lebih luas dari mimbar. Ia mampu menyentuh hati jutaan penonton lintas batas, lintas usia, dan lintas agama. Melalui film, pesan keislaman bisa hadir dengan bahasa yang lembut, inklusif, dan menggugah,” ujar Abu Rokhmad.

Ia berharap generasi muda muslim bisa tumbuh menjadi kreator yang tak hanya piawai secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan moral Islam. Abu Rokhmad menambahkan, para pemenang kompetisi akan diumumkan pada 10 November 2025.

Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari upaya Kemenag memperkuat ekosistem dakwah kreatif di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 83 karya dari 34 provinsi dikirimkan peserta, dengan 71 karya berhasil lolos tahap kurasi nasional.

“Film Islami yang baik adalah yang mampu memadukan kekuatan pesan moral dengan kemasan visual yang menggugah. Kami ingin menghadirkan dakwah yang menggembirakan, mencerahkan, dan membangun optimisme,” ungkap Zayadi.

Ia menambahkan, penilaian dewan juri tak hanya menyoroti aspek teknis sinematografi, tetapi juga kekuatan ide, pesan kemanusiaan, serta kedalaman nilai keislaman. “Kompetisi ini menjadi ruang belajar bagi sineas muda untuk terus berinovasi dan menafsirkan nilai-nilai Islam dalam bahasa sinema,” imbuhnya.

Nominator Kompetisi Film Islami Nasional 2025

Kategori Film Dokumenter:

Belangikhan – Provinsi Lampung

Kita Sadela – Provinsi Lampung

Braen – Provinsi Jawa Tengah

Pekandeana Ana-Ana Maelu – Provinsi Sulawesi Tenggara

Kategori Film Fiksi:

Cahaya Ilmu – Provinsi Sumatera Utara

Cahaya Untuk Nur – Provinsi Sulawesi Tenggara

Kategori Film Animasi:

Cahaya Ilahi – Provinsi Jawa Timur

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT
Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:50 WIB

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Berita Terbaru