Jakarta — Komitmen melayani tamu Allah tak mengenal hari libur. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan pelayanan jemaah haji di tingkat kabupaten/kota tetap berjalan meski di hari libur, demi mempercepat seluruh proses persiapan keberangkatan ibadah haji 2026.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi ribuan calon jemaah yang selama ini terkendala waktu karena kesibukan kerja. Dengan dibukanya layanan di luar hari kerja, jemaah kini memiliki ruang dan kesempatan lebih luas untuk menuntaskan urusan administrasi haji tanpa rasa khawatir.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani umat.
“Kemenhaj kabupaten/kota tetap membuka layanan di hari libur untuk mempercepat proses persiapan haji dan melayani jemaah yang tidak bisa datang pada hari kerja,” ujar Ian di Jakarta, Minggu (4/1).
Salah satu daerah yang langsung mengimplementasikan kebijakan tersebut adalah Kantor Kemenhaj Kabupaten Pamekasan. Di hari libur, kantor ini tetap melayani penyelesaian dokumen pelunasan biaya haji sekaligus perekaman biometrik jemaah sebagai syarat pengajuan visa.
Ian menjelaskan, perekaman biometrik melalui aplikasi Saudi Visa Bio merupakan bagian krusial dalam proses penerbitan visa haji yang telah terintegrasi langsung dengan sistem Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi.
“Perekaman biometrik menjadi bagian penting dalam pengajuan visa haji. Data biometrik ini akan terhubung langsung dengan sistem Nusuk,” jelasnya.
Meski secara teknis perekaman biometrik dapat dilakukan secara mandiri oleh jemaah, Kemenhaj tetap memberikan pendampingan langsung, khususnya bagi jemaah lanjut usia atau mereka yang belum terbiasa dengan layanan digital.
“Kami memahami tidak semua jemaah terbiasa dengan teknologi. Karena itu, pendampingan tetap kami berikan agar proses perekaman biometrik berjalan lancar dan jemaah tidak mengalami kesulitan,” tambah Ian.
Ia juga mengingatkan bahwa batas akhir input data biometrik adalah 8 Februari 2026, sehingga percepatan perekaman menjadi perhatian serius, terutama di daerah dengan jumlah jemaah yang besar.
“Perekaman biometrik harus segera diselesaikan agar seluruh data jemaah terinput tepat waktu dan tidak menghambat proses keberangkatan,” tegasnya.
Dengan pelayanan yang tetap berjalan di hari libur, Kemenhaj berharap seluruh tahapan administrasi haji dapat berlangsung lebih cepat, tertib, dan memberikan kepastian serta ketenangan bagi jemaah dalam menapaki perjalanan suci menuju Tanah Haram.
Penulis : Guntar
Editor : Gunawan Tarigan













