Swasembada Beras Diumumkan, Pengamat Ingatkan Pemerintah Segera Pastikan Arah Kebijakan

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani sedang panen padi di sawah membantu swasembada pangan (ilustrasi ai - rentak.id)

Ilustrasi petani sedang panen padi di sawah membantu swasembada pangan (ilustrasi ai - rentak.id)

JAKARTA – Pengamat pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai pemerintah perlu segera memastikan arah kebijakan perberasan nasional setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencapaian swasembada beras di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/1/2026).

Menurut Khudori, euforia swasembada harus diikuti dengan kebijakan yang jelas dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan petani dan pelaku usaha.

“Swasembada itu penting, tetapi yang lebih penting adalah kepastian kebijakan setelahnya. Jangan sampai pengumuman besar tidak diikuti langkah konkret,” kata Khudori dalam keterangannya, dikutip, Senin  (12/1/2026)

Ia menyebut, setidaknya ada lima kebijakan strategis yang kini ditunggu pelaku industri perberasan. Pertama, kelanjutan kebijakan pembelian gabah kering panen (GKP) semua kualitas oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram seperti tahun lalu.

Khudori menilai kebijakan tersebut menguntungkan petani, namun tidak mendorong peningkatan kualitas produksi.

“Petani tidak dididik memproduksi gabah berkualitas. Akibatnya muncul gabah berkadar air tinggi, banyak hampa, bahkan berkecambah,” ujarnya.

Berdasarkan data per 9 Desember 2025, dari 4,5 juta ton GKP yang diserap BULOG, kadar air gabah mencapai 20,23–30,83 persen, kadar hampa 2,38–17,58 persen, dan butir hijau 1,06–11,66 persen. Angka ini melampaui standar nasional.

Dampaknya, harga beras pengadaan BULOG menjadi mahal hingga Rp14.782 per kilogram dan berpotensi mendorong harga pokok beras BULOG di atas Rp19.500 per kilogram.

Kedua, pelaku pasar menunggu kepastian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan HPP beras Rp12.000 per kilogram di gudang BULOG.

“HPP beras Rp12.000 per kilogram tidak realistis. Dengan rendemen 51–53 persen, harga bahan baku saja sudah di atas Rp12.000,” kata Khudori.

Ketiga, para pedagang menunggu kepastian mekanisme operasi pasar beras. Sepanjang 2025, operasi pasar SPHP hanya terealisasi 53 persen dari target 1,5 juta ton.

Keempat, Khudori menyoroti pendekatan hukum melalui Satgas Pangan Polri yang dinilai menimbulkan ketidakpastian usaha.

“Jika memang ada pelanggaran, segera bawa ke pengadilan. Jangan sampai yang muncul justru ketakutan di kalangan pelaku usaha,” ujarnya.

Kelima, pelaku pasar menunggu kejelasan rencana pemerintah memberlakukan beras satu harga dan penyederhanaan jenis beras menjadi beras reguler dan beras khusus.

Khudori menegaskan, beras merupakan komoditas strategis bagi Indonesia sehingga kehadiran negara penting. Namun, peran negara tidak boleh mematikan mekanisme pasar.

“Kebijakan harus adil dan memberi peluang yang sama bagi semua pelaku usaha,” pungkasnya.

 

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru