JAKARTA – Hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan mayoritas masyarakat menilai arah pembangunan ekonomi kian membaik dan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menguat.
Sebanyak 73 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional dalam keadaan baik dan cukup baik, meningkat signifikan dibanding survei Oktober 2024. Sementara 81 persen menyatakan percaya dan sangat percaya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
Temuan ini diungkap dalam survei IPO bertajuk “Satu Tahun Pemerintahan: Evaluasi dan Catatan Publik” yang digelar pada 9–17 Oktober 2025 di 38 provinsi Indonesia.
Survei dilakukan terhadap 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling (SMRS) dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Mayoritas publik juga mengaku kondisi ekonomi yang membaik berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Sebanyak 57 persen responden mengaku merasakan dampak positif, sementara 11 persen menyatakan dampak sangat signifikan terhadap kesejahteraan keluarga mereka.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyebut tren tersebut sebagai tanda konsolidasi positif pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Tren persepsi publik terhadap ekonomi dan kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan arah yang stabil dan optimistis. Kebijakan pemerintah mulai terasa hingga ke lapisan bawah, terutama melalui program-program seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa,” ujar Dedi dalam Rilis Survei dan Diskusi Media di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Menurut Dedi, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden juga meningkat seiring dengan konsistensi program-program yang berpihak pada masyarakat kecil. Survei menunjukkan 67 persen responden menyatakan puas dan sangat puas terhadap kinerja Presiden.
Faktor utama kepuasan publik berasal dari kebijakan yang dianggap pro-rakyat, antara lain:
Program Makan Bergizi Gratis, diapresiasi oleh 70 persen publik;
Program Pengadaan 3 Juta Rumah Rakyat, dengan 83 persen tingkat kepuasan di antara responden yang mengetahui program tersebut;
Program Dana Desa, yang mempertahankan tingkat kepuasan di atas 70 persen.
Selain di bidang ekonomi, persepsi publik terhadap sektor lain juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 77 persen responden menilai situasi keamanan nasional dalam kondisi baik, sementara 80 persen menilai penegakan hukum berada di jalur yang benar.
Dedi menambahkan, tingginya kepercayaan publik bukan hanya cerminan keberhasilan kebijakan ekonomi, tetapi juga hasil dari efektivitas komunikasi politik pemerintah.
“Kepercayaan publik yang mencapai lebih dari 80 persen menandakan masyarakat melihat kepemimpinan Prabowo tegas, berwibawa, dan berorientasi pada hasil. Stabilitas politik dan ekonomi yang berjalan paralel menjadi modal penting untuk melangkah ke tahun kedua pemerintahan,” tegasnya.
Ia juga menilai arah kebijakan Presiden yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat kecil menjadi kunci penerimaan publik.
“Publik merespons positif arah kebijakan Presiden yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Ini menunjukkan visi besar Prabowo untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa mulai dirasakan nyata,” tutup Dedi.
Penulis : lazir
Editor : ameri













