Sekolah Bangkit Pascabencana, Pemerintah Tuntaskan Revitalisasi Pendidikan Aceh 2026

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan ke Aceh (dok. rentak.id)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan ke Aceh (dok. rentak.id)

ACEH — Upaya memulihkan dunia pendidikan pascabencana terus dipercepat pemerintah. Di tengah berbagai keterbatasan akibat kerusakan infrastruktur, negara memastikan hak anak untuk tetap belajar tidak terhenti. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan seluruh sekolah terdampak bencana di Provinsi Aceh dapat direhabilitasi dan kembali beroperasi normal paling lambat tahun 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh. Kunjungan itu sekaligus dirangkaikan dengan peresmian revitalisasi 23 satuan pendidikan yang dipusatkan di SMAN 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

“Pemulihan sekolah pascabencana adalah bentuk kehadiran negara. Pendidikan tidak boleh berhenti, apa pun kondisinya,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu (28/1).

Ia menegaskan, sekolah yang mengalami kerusakan berat akan dibongkar dan dibangun kembali di lokasi yang sama melalui pendanaan revitalisasi.

Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatra. Khusus Aceh Utara, rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian penuh pada 2026. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, maupun sanitasi yang tidak layak.

Berdasarkan data penanganan bencana per 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan terdampak. Rinciannya, jenjang SMK mencatat 93 sekolah terdampak dengan 99 data terverifikasi dan telah masuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) senilai Rp270 miliar. Pada jenjang SLB, terdapat 20 sekolah terdampak, 15 data terverifikasi, dan 13 PKS dengan nilai Rp3,98 miliar. Sementara itu, jenjang SKB/PKBM mencatat 58 sekolah terdampak, tujuh data terverifikasi, dan dua PKS senilai Rp198 juta. Total nilai bantuan PKS yang telah diproses mencapai Rp274,18 miliar.

Dalam kunjungan lapangan, Mendikdasmen meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak untuk memastikan kondisi bangunan serta percepatan rehabilitasi. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain SMK Kesuma Bangsa, SMPN 2 Mutiara Batu, SMKN Baktiya, SMPN 7 Muhammadiyah, SDN 9 Jambo Aye, hingga Sekolah Darurat dan TK Liwaul Hamdi.

Program revitalisasi ini tidak hanya menyasar perbaikan ruang kelas, tetapi juga peningkatan fasilitas pendukung seperti toilet, perpustakaan, laboratorium, serta ruang praktik. Tujuannya menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan mendukung tumbuhnya karakter serta kepercayaan diri peserta didik.

Abdul Mu’ti juga mengungkapkan adanya kerja sama dengan TNI Angkatan Darat dalam pembangunan unit sekolah baru. “Untuk kelas darurat, kami bekerja sama dengan berbagai kementerian dan organisasi masyarakat agar prosesnya lebih cepat. Sementara pembangunan unit sekolah baru dilakukan bersama TNI AD,” jelasnya.

Ia berharap kerusakan ringan dan sedang dapat dituntaskan sebelum tahun ajaran baru 2026–2027. Adapun sekolah yang harus direlokasi dan dibangun ulang dengan jumlah ruang kelas besar diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari setengah tahun. “Namun kami optimistis seluruh penanganan bisa berjalan tahun ini, karena anggaran sudah tersedia dan sistem pengelolaannya terus kami percepat,” pungkasnya.

Melalui percepatan rehabilitasi ini, Kemendikdasmen berharap kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana dapat kembali berjalan optimal dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi masa depan pendidikan anak-anak Aceh.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon
Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata
Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman
Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026
Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar
Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:18 WIB

Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:20 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata

Kamis, 30 April 2026 - 06:52 WIB

Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman

Selasa, 28 April 2026 - 09:03 WIB

Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026

Berita Terbaru