Said Iqbal Kecam Teror Kepala Babi ke Tempo, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

- Penulis

Minggu, 23 Maret 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengecam keras aksi teror yang dialami Tempo.

Pengiriman kepala babi dan kepala tikus yang terpenggal ke kantor media tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.

“Teror adalah tindakan paling keji. Dunia mengutuk segala bentuk teror, karena ini adalah penghinaan terhadap demokrasi,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya, Minggu (230/3/2025)

Ia menegaskan bahwa Partai Buruh, KSPI, serta Guru Indonesia mendukung perjuangan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

“Kami mendukung kawan-kawan media, khususnya Tempo, untuk terus berjuang menegakkan kebebasan pers yang menyajikan fakta secara konseptual dan terukur,” tambahnya.

Lebih lanjut, Said Iqbal mendesak pemerintah membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap pelaku teror ini.

“Saya meminta Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Hak Asasi Manusia, dan Komnas HAM segera membentuk tim gabungan guna mengusut kasus ini. Jangan biarkan teror menginjak kebebasan pers,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasri.

“Pernyataan dia soal kepala babi yang sebaiknya dimasak menunjukkan sikap anti-demokrasi. Tidak pantas orang seperti itu menjabat sebagai pejabat komunikasi kepresidenan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Said Iqbal menegaskan pentingnya perlindungan bagi jurnalis dan media.

“Kami siap turun langsung, bersama Garda Metal, untuk menjaga kantor Tempo jika diperlukan. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang tidak boleh diganggu,” tutupnya. ***

Penulis : lazir

Editor : regardo

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru