Ribuan Buruh Demo di Depan DPR, Tolak Pasal 228a dan Tuntut Keadilan untuk Buruh Migran

- Penulis

Kamis, 6 Februari 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sekitar 5.000 buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Partai Buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (6/2/2025)

Dalam aksi tersebut, para buruh menuntut berbagai perbaikan nasib serta menolak Pasal 228a dari Tata Tertib DPR yang dinilai berpotensi menyalahgunakan kekuasaan.

Usai aksi di DPR, massa melanjutkan demonstrasi ke Kedutaan Besar Malaysia sebagai bentuk protes terhadap penembakan seorang buruh migran asal Indonesia oleh polisi Malaysia, dan mendesak agar pihak berwenang di Malaysia segera diadili. Mayoritas peserta aksi berasal dari wilayah Jabodetabek.

Aksi serupa juga digelar serentak di berbagai kota industri lainnya, seperti Semarang, Surabaya, Batam, Makassar, Serang, Gorontalo, Ambon, Ternate, Banjarmasin, Pontianak, Banda Aceh, Medan, dan Bengkulu, dengan partisipasi ribuan buruh yang memperjuangkan hak-hak mereka.

Aksi ini juga menjadi bagian dari peringatan 26 tahun FSPMI yang selama ini rutin diselenggarakan sebagai momentum untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh dan rakyat kecil. Pada tahun ini, aksi mengusung 12 tuntutan yang mendesak perubahan, dengan fokus khusus pada penolakan terhadap Pasal 228a Tata Tertib DPR RI.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, pasal tersebut memberikan kewenangan kepada DPR untuk mengganti dan mengevaluasi pimpinan lembaga negara yang sudah melalui mekanisme fit and proper test, seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Pasal ini jelas merupakan penyalahgunaan kekuasaan yang bertentangan dengan peran DPR sebagai lembaga legislatif,” ujar Said Iqbal.

Said Iqbal menegaskan beberapa alasan mengapa pasal tersebut harus dicabut, di antaranya:

1. DPR Melampaui Wewenangnya: Lembaga-lembaga independen seperti MK, MA, KPK, dan KPU seharusnya tidak berada di bawah kendali DPR, karena bisa mengancam independensi mereka.

2. Tata Tertib DPR Tidak Mengikat Lembaga Negara Lainnya: Aturan internal DPR seharusnya tidak berlaku untuk lembaga-lembaga negara lain yang bekerja berdasarkan konstitusi dan undang-undang.

3. Melanggar Prinsip Trias Politica: Pasal tersebut mengganggu pemisahan kekuasaan antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif, yang merupakan prinsip dasar dalam sistem demokrasi Indonesia.

4. Mengintimidasi Pimpinan Lembaga Negara: DPR tidak boleh memiliki kewenangan untuk mengganti pimpinan lembaga negara yang telah terpilih melalui mekanisme yang sah.

5. Fungsi Pengawasan DPR Sudah Cukup: DPR sudah memiliki mekanisme pengawasan yang efektif melalui rapat komisi, tanpa perlu adanya pasal yang memberi kewenangan lebih.

Partai Buruh dan FSPMI mendesak agar Pasal 228a Tata Tertib DPR RI segera dicabut, karena dinilai bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi dan hukum di Indonesia.

Jika tidak dicabut, mereka menyerukan agar seluruh lembaga negara mengabaikan pasal tersebut demi menjaga kedaulatan hukum dan demokrasi. ***

 

 

 

Penulis : dafri jh

Editor : regardo

Berita Terkait

Tak Cukup Cetak Sarjana, Irman Gusman Ingin Kampus Muhammadiyah Kupang Lahirkan Pengusaha Muda
Singapura Peringatkan 10 Perusahaan Terkait Karhutla, Ateng Desak Pemerintah Bertindak
172 Spesimen Positif Influenza, Netty DPR Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah
Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Kirim 10 Huntara
Kapolri Suyudi Gas Pol Berantas Narkoba, Habiburokhman Desak Bandar Besar Disikat
MagangHub Batch 3 Dibuka 27 Oktober, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Bukan Sekadar Organisasi, Irman Gusman Ingin Muhammadiyah NTT Jadi Pusat Inovasi
Asap Karhutla Ganggu Kesehatan hingga Penerbangan, DPR Soroti Sanksi 32 Perusahaan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Tak Cukup Cetak Sarjana, Irman Gusman Ingin Kampus Muhammadiyah Kupang Lahirkan Pengusaha Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

172 Spesimen Positif Influenza, Netty DPR Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Banjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Kirim 10 Huntara

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kapolri Suyudi Gas Pol Berantas Narkoba, Habiburokhman Desak Bandar Besar Disikat

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:27 WIB

MagangHub Batch 3 Dibuka 27 Oktober, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru