Puan Maharani Resmi Buka Konferensi PUIC ke-19, Serukan Solidaritas Dunia Islam Hadapi Tantangan Global

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puan Maharani membuka secara resmi Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19. dok. dpr)

Puan Maharani membuka secara resmi Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19. dok. dpr)

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani secara resmi membuka Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025) malam. Dalam pidato pembukaannya, Puan menyerukan penguatan solidaritas antarnegara Islam dalam menghadapi tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, hingga perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Selamat datang kepada para Ketua dan Wakil Ketua Parlemen, serta seluruh delegasi di Gedung Parlemen Indonesia—gedung yang menjadi simbol demokrasi dan semangat kebangsaan kita,” ujar Puan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para delegasi dari 54 negara.

Konferensi PUIC ke-19 ini mengusung tema “Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience”, yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dan institusi yang kuat sebagai fondasi ketahanan dalam menjawab tantangan global.

Sebagai Presiden PUIC ke-19, Puan menegaskan bahwa semangat forum ini selaras dengan semangat awal berdirinya Gedung DPR yang dibangun pada 1965 oleh Presiden pertama RI, Soekarno.

“Dulu gedung ini dibangun untuk mewadahi semangat negara-negara berkembang membentuk tatanan dunia yang lebih adil dan manusiawi. Kini semangat itu kita hidupkan kembali lewat solidaritas antarparlemen negara OKI,” kata Puan.

Dalam sambutannya, Puan juga menyampaikan bahwa dunia Islam masih menghadapi persoalan besar seperti ketimpangan, ketahanan pangan, diskriminasi, dan konflik geopolitik. Ia menyerukan agar PUIC tidak hanya menjadi forum diskusi, melainkan juga wadah membangun pengaruh nyata dalam tatanan global.

“Kita tidak bisa hanya jadi penonton. Kita harus bersatu, punya komitmen dan solidaritas kuat, agar dapat ikut mempengaruhi arah dunia menuju tatanan yang lebih adil dan damai,” ujarnya.

Puan menekankan pentingnya membangun culture of peace atau budaya damai antarnegara dan dalam masyarakat masing-masing. “Kita hidup di bumi yang sama, saling bergantung satu sama lain. Tidak akan ada pembangunan tanpa perdamaian, dan tidak akan ada perdamaian tanpa pembangunan,” tuturnya.

Salah satu isu sentral yang menjadi perhatian utama dalam PUIC kali ini adalah dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Puan menegaskan bahwa isu Palestina harus tetap menjadi prioritas bersama.

“Forum ini akan membahas langkah-langkah konkret untuk mendukung Palestina, termasuk mengatasi diskriminasi, Islamofobia, dan intoleransi yang masih terjadi di banyak belahan dunia,” ungkapnya.

Presiden Prabowo Subianto turut hadir dan memberikan sambutan pembukaan. Dalam pernyataan resminya, ia mengatakan: “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada malam hari ini, Rabu 14 Mei 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, membuka The 19th Session of the PUIC Conference.”

Pembukaan konferensi ditandai dengan pemukulan tifa oleh Puan Maharani, Presiden Prabowo, dan Sekjen PUIC Mouhamed Khouraichi Niass. Konferensi PUIC ke-19 sendiri berlangsung sejak 12 hingga 15 Mei 2025, dan diikuti oleh sekitar 500 anggota delegasi dari negara-negara anggota OKI maupun negara pengamat.

Berbagai isu strategis telah dan akan dibahas dalam forum ini, mulai dari hak asasi manusia, dialog antarperadaban, peran perempuan dalam pembangunan, hingga isu lingkungan dan ekonomi dunia Islam.

Puan berharap momentum Silver Jubilee atau 25 tahun PUIC tahun ini bisa menjadi titik balik dalam mempererat kerja sama antarparlemen negara anggota OKI. “Ini saatnya kita lebih solid dan menghasilkan resolusi konkret dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks,” tegas cucu Bung Karno tersebut.

Konferensi ini juga menandai dimulainya masa keketuaan Indonesia dalam PUIC selama satu tahun ke depan.

Berita Terkait

Said Abdullah Soroti Tantangan Kapolri Suyudi, Reformasi Polri Tak Cukup dengan Rotasi Pejabat
Agenda DPR Hari Ini 8 Oktober 2026: RRI, RUU Pemilu hingga Penutupan Masa Sidang Tag
Agenda DPR RI 7 Oktober 2026: Dewas RRI, RUU Perampasan Aset hingga Penetapan BPIH 2027
DPR Padat Agenda Legislasi Hari Ini, RUU Ketenagakerjaan hingga Perampasan Aset Masuk Pembahasan
Agenda DPR Hari Ini 5 Oktober 2026: RUU Perampasan Aset dan Satu Data Indonesia Dibahas
Ombudsman Sidak Lapas Cibinong Diadang, DPR Ungkap Ancaman Pidana hingga Rp1 Miliar
DPR Hari Ini: RUU Perampasan Aset, Statistik, LLAJ dan Perkoperasian Dibahas
Agenda DPR Selasa 29 September 2026: Paripurna Bahas APBN 2027, Sejumlah Komisi Soroti Isu Publik

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Said Abdullah Soroti Tantangan Kapolri Suyudi, Reformasi Polri Tak Cukup dengan Rotasi Pejabat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Agenda DPR Hari Ini 8 Oktober 2026: RRI, RUU Pemilu hingga Penutupan Masa Sidang Tag

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Agenda DPR RI 7 Oktober 2026: Dewas RRI, RUU Perampasan Aset hingga Penetapan BPIH 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:38 WIB

DPR Padat Agenda Legislasi Hari Ini, RUU Ketenagakerjaan hingga Perampasan Aset Masuk Pembahasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Agenda DPR Hari Ini 5 Oktober 2026: RUU Perampasan Aset dan Satu Data Indonesia Dibahas

Berita Terbaru