ABU DHABI – Komitmen Indonesia untuk mempercepat transisi energi menuju masa depan rendah karbon kembali diperkuat. PT PLN (Persero) menggandeng Masdar, perusahaan energi baru dan terbarukan asal Uni Emirat Arab, untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Tanah Air.
Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Abu Dhabi, Selasa (8/4/2025), bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Salah satu proyek yang menjadi fokus dalam kesepakatan ini adalah pengembangan PLTS terapung di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Proyek ini akan memanfaatkan potensi energi matahari yang melimpah serta memaksimalkan pemanfaatan lahan perairan untuk menghasilkan listrik bersih dan ramah lingkungan.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata PLN dalam mempercepat transisi menuju energi bersih,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam pernyataannya, Selasa (15/4/2025).
Tak hanya itu, PLN dan Masdar juga menandatangani Principles of Agreement untuk mengeksplorasi perluasan kapasitas PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat. Sejak resmi beroperasi pada November 2023, PLTS Cirata telah menjadi salah satu PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 192 megawatt peak (MWp).
Fasilitas ini mampu memasok energi bersih ke sekitar 50.000 rumah tangga dan menekan emisi karbon hingga 214.000 ton per tahun.
Darmawan menegaskan, kolaborasi internasional seperti ini sangat penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia menuju net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.
“PLN berkomitmen penuh memimpin transisi energi di Indonesia. Kolaborasi dengan Masdar ini merupakan bukti nyata dari upaya bersama menanggulangi krisis iklim global. Melalui peningkatan kapasitas energi terbarukan, kami tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tetapi juga menguatkan kedaulatan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Darmawan.
Ia menyebutkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendanaan, transfer teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Di sisi lain, CEO Masdar, Mohamed Jameel Al Ramahi, menyambut baik kemitraan strategis ini dan menyatakan optimismenya terhadap masa depan proyek-proyek energi bersih di Indonesia.
“Proyek Jatigede akan memperkuat kolaborasi kami dengan PLN. Kami juga antusias menyambut perluasan proyek Cirata, yang menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi PLTS terapung di kawasan. Perjanjian ini mencerminkan komitmen Masdar untuk mendukung target ambisius Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan,” ungkap Jameel.
Kemitraan ini tak hanya mempertegas langkah konkret kedua negara dalam melawan perubahan iklim, tapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam pengembangan energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
Dengan terus menggandeng mitra global seperti Masdar, PLN memastikan langkah strategis menuju masa depan energi yang berkelanjutan dan berdaulat, sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. ***
Penulis : amana az
Editor : reni diana













