Penguatan Sektor Riil Jadi Kunci Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen pada 2026

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron (dok. rentak.id)

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron (dok. rentak.id)

JAKARTA — Penguatan sektor riil dinilai menjadi fondasi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen pada 2026.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, yang menilai pertumbuhan ekonomi hanya akan berkelanjutan jika ditopang aktivitas produksi, distribusi, dan usaha riil yang kuat hingga ke tingkat akar rumput.

“UMKM dan sektor produktif nasional harus didorong secara optimal melalui dukungan permodalan, teknologi, dan akses pasar. Di situlah mesin ekonomi Indonesia bekerja secara nyata,” ujar Herman Khaeron saat menjadi pembicara dalam Proklamasi Democracy Forum (PDF) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (18/12/2025).

Menurut Herman, ketidakpastian ekonomi global menuntut pemerintah untuk tidak hanya bertumpu pada stabilitas makro. Yang tak kalah penting, kata dia, adalah memastikan sektor riil terus bergerak dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Penguatan UMKM, industri pengolahan, serta sektor produktif daerah dinilai menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada 2026.

Senada dengan itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menilai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, bahkan hingga 5,6 persen sebagaimana diproyeksikan Bappenas dan Kementerian Keuangan, masih sangat realistis untuk dicapai.

“Target optimistis itu realistis bila mesin ekonomi nasional bekerja optimal, terutama melalui penguatan sektor riil dan re-industrialisasi sektor-sektor strategis,” kata Umam.

Umam menekankan pentingnya memaksimalkan program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan tata kelola yang kuat dan integrasi digital, program tersebut diyakini memiliki multiplier effect besar bagi UMKM pangan, pertanian, dan logistik lokal, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi domestik.

Selain itu, BRAINS Demokrat mendorong reformasi kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) agar tidak semata berorientasi pada penyerapan anggaran, melainkan menjadi instrumen fiskal berbasis kinerja.

“Inovasi kebijakan daerah dan dampak ekonomi riil harus menjadi ukuran utama dalam distribusi fiskal ke depan,” tegas Umam.

Dari sisi pembangunan, Umam juga menyoroti pentingnya infrastruktur yang lebih cerdas dan tangguh, terutama dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim. Infrastruktur yang resilien dinilai mampu melindungi aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Tak kalah penting, ia menekankan urgensi penegakan hukum yang tegas dan adil terhadap praktik dark economy, seperti judi online, pinjaman ilegal, penipuan digital, penyelundupan, hingga impor ilegal.

“Tanpa kepastian hukum, kebijakan ekonomi sebaik apa pun akan kehilangan kredibilitas. Pemberantasan ekonomi gelap adalah prasyarat utama terciptanya iklim investasi yang sehat,” ujarnya.

Terakhir, Umam menilai reformasi BUMN melalui Danantara perlu dipercepat secara profesional dan strategis agar BUMN benar-benar menjadi mesin akselerasi pembangunan dan daya saing nasional.

Ia optimistis, jika seluruh agenda tersebut dijalankan secara konsisten dan terkoordinasi, pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya mampu mencapai target 5,4 persen, tetapi juga menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan yang kuat hanya bisa lahir ketika sektor riil bergerak, dari desa hingga kota, dari kebijakan hingga implementasi,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru