Pemerintah Resmi Mengeluarkan Regulasi Baru Terkait Pembukuan dan Audit Kepabeanan serta Cukai

- Penulis

Selasa, 21 Januari 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dalam upaya meningkatkan pengawasan dan kepatuhan di sektor kepabeanan dan cukai, pemerintah resmi menerbitkan dua peraturan baru melalui Kementerian Keuangan. Regulasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman yang lebih komprehensif dalam pelaksanaan pembukuan dan audit di bidang tersebut.

Peraturan baru tersebut meliputi PMK Nomor 104 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembukuan di Bidang Kepabeanan dan Cukai, yang mulai berlaku sejak tanggal diundangkan pada 19 Desember 2024, dan PMK Nomor 114 Tahun 2024 tentang Audit Kepabeanan dan Audit Cukai, yang efektif diberlakukan mulai 1 Maret 2025.

Menurut Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, peraturan ini dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan, termasuk menguji tingkat kepatuhan pengguna jasa, mengoptimalkan pengawasan, dan memperkuat mekanisme audit. “Salah satu fokus utama kami adalah memastikan pengguna jasa mematuhi peraturan perundang-undangan, sekaligus memberikan landasan hukum yang kuat dalam penyelenggaraan pembukuan,” ujar Budi dalam konferensi pers.

Perubahan Penting pada PMK Baru

Budi menjelaskan bahwa PMK Nomor 104 Tahun 2024 memiliki struktur yang jauh lebih terorganisir dibandingkan aturan sebelumnya, yakni terdiri dari tujuh bab dan 15 pasal, berbeda dengan PMK Nomor 197 Tahun 2016 yang hanya memiliki 11 pasal tanpa pembagian bab.

Adapun poin-poin penting yang harus diperhatikan pengguna jasa antara lain:

  1. Pasal 4 ayat 1: Mengatur tata cara penyelenggaraan pembukuan yang menjadi dasar monitoring keberlangsungan usaha pengguna jasa.
  2. Pasal 7 ayat 1: Memberikan kewenangan kepada Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai untuk meminta laporan keuangan guna mitigasi risiko audit.
  3. Pasal 8 ayat 1: Mengatur kewenangan Bea Cukai untuk mengakses laporan keuangan demi pengawasan dan pemberian fasilitas.
  4. Pasal 6, 10 ayat 3, dan 13: Mengatur sanksi administrasi, mulai dari denda hingga pembekuan akses kepabeanan atau nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC).

Aturan Audit yang Lebih Komprehensif

Di sisi lain, PMK Nomor 114 Tahun 2024 memberikan panduan lengkap dalam pelaksanaan audit kepabeanan dan cukai. “Regulasi ini mencakup proses bisnis audit secara menyeluruh, termasuk penerapan teknik audit sampling dan pengaturan periode audit agar lebih efektif,” jelas Budi.

Ia juga menambahkan bahwa peraturan baru ini memungkinkan adanya laporan khusus untuk audit yang dihentikan, serta mencegah dokumen impor barang kedaluwarsa saat tim audit memulai tugasnya di lapangan.

Pencabutan Aturan Lama

Dengan diberlakukannya dua PMK baru ini, peraturan sebelumnya, yakni PMK Nomor 197 Tahun 2016 tentang pembukuan dan PMK Nomor 258 Tahun 2016 tentang audit, secara resmi dicabut.

“Kami sangat menghargai kerja sama dari semua pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan aturan kepabeanan dan cukai. Kami berharap regulasi baru ini dapat diimplementasikan dengan baik demi mendukung pengawasan dan pelayanan yang lebih optimal,” tutup Budi.

Bagi masyarakat yang ingin mempelajari lebih lanjut, dokumen resmi kedua PMK dapat diakses melalui laman https://jdih.kemenkeu.go.id.

Berita Terkait

Tol Getaci Mangkrak, PUKIS Desak Pemerintah Ubah Strategi agar Menarik Investor
MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina
Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan
Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT
Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 04:52 WIB

Tol Getaci Mangkrak, PUKIS Desak Pemerintah Ubah Strategi agar Menarik Investor

Sabtu, 18 April 2026 - 13:39 WIB

MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina

Jumat, 17 April 2026 - 20:28 WIB

Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan

Jumat, 17 April 2026 - 06:50 WIB

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Berita Terbaru