Pemerintah Buka Pemagangan Nasional 2025, Siapkan 20 Ribu Lulusan Kampus Masuk Dunia Kerja

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, Raffi Ahmad, serta perwakilan Komisi IX DPR RI dalam peluncuran magang. (dok. rentak.id)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, Raffi Ahmad, serta perwakilan Komisi IX DPR RI dalam peluncuran magang. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui peluncuran Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Tahun 2025.

Program yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini menjadi langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus menyiapkan tenaga kerja muda yang lebih kompetitif.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka Penyelenggaraan Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Tahun 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan keterampilan, serta mendorong daya saing tenaga kerja muda Indonesia di pasar global.

Pembukaan program ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli; Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad; serta perwakilan Komisi IX DPR RI, pada Senin (20/10/2025) di Ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta magang dan perusahaan penyelenggara, baik secara luring maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menko Airlangga Hartarto menekankan pentingnya pemagangan sebagai jembatan antara pendidikan dan dunia kerja.

“Kita menyadari adanya kesenjangan antara supply lulusan perguruan tinggi dan demand tenaga kerja. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani 8 hingga 10 persen dari total lulusan agar siap masuk ke dunia kerja,” ujar Airlangga.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap tingginya minat peserta. “Rasionya sangat tinggi, satu posisi magang bisa diperebutkan hingga 200 pendaftar. Ini menunjukkan semangat dan optimisme anak muda Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa pada Batch I telah ditetapkan 15.000 peserta magang dari total kuota 20.000 peserta. Sisanya sebanyak 5.000 peserta akan diumumkan pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Peserta magang akan menerima uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta mendapatkan bimbingan langsung dari mentor di perusahaan mitra. “Program ini merupakan perluasan dari kegiatan pemagangan yang selama ini dilakukan Kemnaker, namun kali ini skalanya jauh lebih besar dan terintegrasi secara nasional,” jelas Menaker.

Yassierli juga menegaskan bahwa program ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kemnaker memperluas akses kerja melalui platform SIAPKerja, yang kini memuat lebih dari 200 ribu lowongan dari berbagai sektor.

“Bagi generasi muda yang belum berkesempatan mengikuti pemagangan, manfaatkan SIAPKerja. Di sana tersedia fitur KarirHub, SkillHub, Sertihub, dan BizHub yang terintegrasi dengan portal kerja swasta,” ujarnya.

Dari sisi legislatif, Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni mengapresiasi langkah pemerintah. Ia menilai, program ini dapat memperluas kesempatan kerja bagi lulusan muda.
“Tugas kami tentu melakukan pengawasan agar program ini semakin efektif dan lebih banyak anak muda terserap kerja,” ucapnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai program ini memberi ruang bagi anak muda untuk belajar langsung di dunia kerja.
“Ilmu pendidikan itu penting, tapi ilmu kehidupan jauh lebih penting. Melalui pemagangan, anak muda bisa mendapat pengalaman berharga untuk menapaki kariernya,” ujar Raffi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB