Pemerintah Bangun Sekolah Garuda di Kaltara untuk Tingkatkan Akses Pendidikan di Perbatasan

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan.(dok. rentak.id)

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan.(dok. rentak.id)

TANJUNG SELOR – Pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan sebagai kunci meningkatkan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0 dan tantangan global.

Salah satu fokus utama adalah memperluas akses pendidikan di daerah perbatasan yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas, tenaga pendidik, dan sarana pendukung belajar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, terdapat 3,43 juta anak usia 16–18 tahun di Indonesia yang belum pernah sekolah atau sudah tidak bersekolah lagi. Di Kalimantan Utara (Kaltara), angka ini cukup tinggi, yaitu 21,11% dari total penduduk di rentang usia tersebut. Sementara itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Kaltara hanya 27,98, masih di bawah rata-rata nasional 32,00.

Melihat kondisi ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Provinsi Kaltara mengambil langkah strategis dengan membangun Sekolah Garuda di Tanjung Selor. Penyerahan sertifikat lahan untuk pembangunan sekolah tersebut dilakukan pada Rabu (17/9/2025), menandai dimulainya proyek pendidikan unggulan ini.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Investasi ini bukan hanya untuk Kaltara, tetapi juga untuk masa depan bangsa. Kehadiran Sekolah Garuda di perbatasan diharapkan dapat memberikan akses pendidikan unggul bagi anak-anak di wilayah ini,” ujar Fauzan.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pendirian 100 Sekolah Garuda baru dan Sekolah Garuda Transformasi hingga tahun 2029. Program ini akan dipercepat pelaksanaannya agar hasilnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Asisten Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Tri Santoso, menegaskan pemerintah pusat dan daerah akan bekerja sama untuk mengawal proses pembangunan hingga tahap teknis.

“Arahan Pak Presiden jelas, PHTC dan Proyek Strategis Nasional (PSN) harus dipercepat. Kami akan mendampingi pemerintah daerah agar Sekolah Garuda dapat terwujud sesuai target,” katanya.

Sekolah Garuda: Pendidikan Berkualitas di Perbatasan

Sekolah Garuda tidak hanya membangun fasilitas baru, tetapi juga melakukan transformasi pada sekolah yang sudah ada. Konsepnya mencakup fasilitas modern, kurikulum unggul, serta kuota beasiswa besar untuk siswa kurang mampu, sehingga pemerataan akses pendidikan bisa terwujud.

Wamen Fauzan menambahkan, Kemdiktisaintek berkomitmen memperluas akses pendidikan prauniversitas yang berkualitas demi mencetak generasi muda Indonesia yang siap bersaing di tingkat global.

“Kami ingin memastikan anak-anak bangsa di daerah perbatasan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Pembangunan fisik Sekolah Garuda di Tanjung Selor akan dimulai Oktober 2025 dan ditargetkan siap menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi pemicu kemajuan pendidikan di perbatasan sekaligus menyiapkan generasi unggul yang siap masuk perguruan tinggi kelas dunia.

Penulis : lazir

Editor : guntar

Berita Terkait

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Berita Terbaru