Peluang Kerja ke Jepang, Menteri Karding Minta Siswa SMTI Kuasai Bahasanya

- Penulis

Jumat, 20 Juni 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding saat berbincang dengan salah seorang murid di sela kunjungannya ke Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI), Pontianak. (dok. rentak.id)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding saat berbincang dengan salah seorang murid di sela kunjungannya ke Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI), Pontianak. (dok. rentak.id)

PONTIANAK – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, memberikan dorongan langsung kepada para siswa Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Pontianak untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja di luar negeri, khususnya Jepang.

“Kalau mau ke Jepang, bahasa Jepangnya harus bagus. Ke Jepang saja, nanti saya bantu semuanya,” ujar Menteri Karding saat berbincang hangat dengan salah satu siswa SMTI Pontianak, dalam kunjungan kerjanya pada Jumat (20/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa Jepang saat ini tengah membutuhkan banyak tenaga kerja terampil, khususnya di sektor manufaktur dan teknik mesin — dua bidang yang menjadi fokus pembelajaran di SMTI Pontianak.

Karena itu, kata Karding, penguasaan bahasa asing menjadi hal mutlak. Ia mendorong pihak sekolah untuk segera mengintegrasikan pembelajaran bahasa Jepang dalam kurikulum.

“Jangan lupa siapkan juga mental, karena merantau itu berarti jauh dari orang tua. Tapi peluangnya besar jika kalian siap,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Karding didampingi oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan serta Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian, Wulan Aprilianti Permatasari.

Gubernur Ria Norsan mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap siswa-siswi di Kalimantan Barat, khususnya di SMTI Pontianak. Ia sependapat bahwa bahasa asing, terutama bahasa Jepang, perlu diajarkan lebih luas.

“Kalau ingin ke luar negeri, salah satu syarat penting adalah penguasaan bahasa. Untuk ke Jepang, minimal harus bisa dasar-dasarnya,” tutur Ria. Ia juga menambahkan bahwa selain Jepang, siswa Kalbar sebaiknya juga mempersiapkan diri dengan penguasaan bahasa Mandarin dan Inggris.

Salah satu siswa SMTI Pontianak, Helbert Henrilsen, mengaku sangat tertarik untuk bekerja di Jepang setelah lulus.

“Semoga ada jalur resmi yang bisa mempermudah kami ke Jepang, dan kalau bisa biayanya tidak memberatkan,” ujarnya.

Helbert saat ini tengah belajar bahasa Mandarin dan berharap dapat segera mulai mempelajari bahasa Jepang sebagai bekal tambahan.

SMTI Pontianak saat ini memiliki 1.023 siswa yang tersebar dalam empat jurusan utama, yakni Teknik Kimia Industri, Teknik Pemesinan, Analisis Pengujian Laboratorium (APL), dan Teknik Automasi Industri.

Kementerian P2MI berharap dukungan pendidikan vokasi seperti ini bisa menjadi jembatan konkret bagi para lulusan untuk berkarier di luar negeri dengan jalur legal, terencana, dan berdaya saing tinggi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh
Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang
UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri
Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna
Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Usai Sertijab, Dudung Bicara Pesan Prabowo soal Politik dan Keamanan
Listrik Padam karena Pohon, Ateng Sutisna Dorong PLN Percepat Kabel Bawah Tanah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:41 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:16 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita Terbaru