Pelantikan Serentak Kepala Daerah oleh Presiden Prabowo: Kritik dan Kontroversi Dominasi Politik

- Penulis

Kamis, 20 Februari 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatikan Kepala Daerah di Istana Negara (dok. Youtube setpres)

Pelatikan Kepala Daerah di Istana Negara (dok. Youtube setpres)

JAKARTA – Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra, memberikan komentar terkait pelantikan serentak yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap 961 kepala daerah beserta wakilnya.

Pelantikan yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 20 Januari 2025, ini menjadi sejarah sebagai pertama kalinya dilaksanakan secara bersamaan.

Acara dimulai dengan kirab dari Monas menuju Istana, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pelantikan para gubernur-wakil gubernur.

Selain itu, Keputusan Menteri Dalam Negeri (Keppres) juga dibacakan terkait pengesahan para bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil wali kota.

Menurut Dedi, meskipun pelantikan serentak ini tidak menimbulkan masalah, ada hal yang perlu dikoreksi.

“Sebetulnya, Presiden seharusnya hanya melantik para gubernur, sementara untuk bupati dan wali kota sebaiknya dilantik oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur, yang telah mendapatkan Keppres,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pelantikan seluruhnya oleh Presiden menunjukkan adanya dominasi politik yang berlebihan.

“Hal ini menciptakan nuansa yang memperlihatkan Presiden mulai menggemari seremonial yang menempatkan dirinya sebagai penguasa tunggal di berbagai tingkatan pemerintahan,” tutup Dedi. ***.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina
Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan
Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT
Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:39 WIB

MUI Desak Tindakan Tegas Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Korban Harus Dilindungi Pelaku Dibina

Jumat, 17 April 2026 - 20:28 WIB

Ratusan Ribu Buruh Siap Kepung DPR Saat May Day 2026, Isu PHK hingga Janji Pemerintah Jadi Sorotan

Jumat, 17 April 2026 - 06:50 WIB

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Berita Terbaru