Pelaksanaan TKA 2025 Berjalan Lancar, Kemendikdasmen Tekankan Integritas dan Kejujuran

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni (tengah) memaparkan (dok. rentak.id)

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni (tengah) memaparkan (dok. rentak.id)

JAKARTA — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi jenjang SMA/SMK/sederajat di seluruh Indonesia hingga hari terakhir gelombang kedua berjalan tertib dan sesuai prosedur. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

“Hingga hari ini, atau sesi terakhir gelombang kedua, lebih dari 3,3 juta peserta telah mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran mencapai 98 persen. Angka tersebut belum termasuk peserta yang akan mengikuti gelombang ketiga pada Sabtu dan Minggu, serta peserta dengan jadwal susulan pada 17 sampai 23 November 2025,” ujar Toni.

Pelaksanaan TKA melibatkan lebih dari 50 ribu pengawas, 1.710 penyelia dari perguruan tinggi, serta lebih dari 60 ribu proktor yang tersebar di satuan pendidikan di seluruh provinsi. Selain itu, pelaksanaan tes turut dipantau melalui tim pemantau daerah dan dashboard posko teknis pusat.

“Artinya, sistem dan kesiapan satuan pendidikan di lapangan sampai saat ini sangat solid. Berdasarkan pantauan kami, tidak ditemukan kendala teknis yang berarti,” tambah Toni.

Lebih lanjut, Toni menekankan bahwa TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik murid, tetapi juga menjadi momentum peneguhan nilai kejujuran.

“Dalam setiap tes, yang diuji bukan hanya kemampuan berpikir, tetapi juga karakter. TKA ini mengingatkan kita bahwa integritas adalah nilai yang tidak dapat ditawar. Kami terus mengimbau sekolah, guru, orang tua, dan juga media untuk bersama mengedukasi soal kejujuran dan ketertiban,” tuturnya.

Toni menegaskan bahwa Kemendikdasmen bersikap tegas terhadap segala bentuk kecurangan. “Kami bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal. Setiap temuan terkait pelanggaran langsung kami identifikasi, dokumentasikan, dan diteruskan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.

Inspektur II Kemendikdasmen, Purwaniati Nugraheni, menyampaikan bahwa pemantauan di daerah terus dilakukan secara intensif. “Tim Inspektorat Jenderal langsung turun ke wilayah yang terindikasi terjadi kecurangan, sesuai laporan yang kami terima dari BSKAP,” jelasnya.

Dengan kelancaran gelombang kedua dan komitmen kuat terhadap integritas, Kemendikdasmen menegaskan bahwa asesmen pendidikan adalah bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Melalui pelaksanaan yang jujur, tertib, dan bermartabat, TKA diharapkan mampu memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

Penulis : guntar

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 09:53 WIB

Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Berita Terbaru