Panen Raya 2025: Kementan Gencarkan Mekanisasi untuk Hasil Optimal

- Penulis

Rabu, 2 April 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Panen Raya (ilustrasi oleh chathpt)

Ilustrasi Panen Raya (ilustrasi oleh chathpt)

JAKARTA – Panen raya diperkirakan akan berlangsung masif di berbagai daerah setelah Lebaran.

Untuk memastikan hasil panen optimal, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan mekanisasi pertanian dengan mempercepat distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern bagi petani.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa percepatan mekanisasi adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

“Dengan mekanisasi, petani dapat memanen lebih cepat, lebih efisien, dan dengan hasil yang lebih baik,” ujar Andi dalam keterangannya, Selasa (2/4/2025).

Pada tahun 2024, Kementan telah menyalurkan 1.400 unit Combine Harvester ukuran besar ke berbagai wilayah guna meningkatkan efisiensi panen dan mengurangi losses.

Tahun ini, dukungan mekanisasi semakin diperbesar dengan alokasi 3.247 unit Combine Harvester Besar serta 2.152 unit Power Thresher yang akan mempercepat proses panen dan perontokan gabah.

Andi menjelaskan bahwa penggunaan Combine Harvester mampu mengurangi losses hingga 3-5% dibandingkan metode panen manual.

Selain itu, mesin ini dapat menyelesaikan panen dalam waktu 3-4 jam per hektare, jauh lebih cepat dibandingkan cara tradisional yang membutuhkan 2-3 hari.

“Selain efisien dalam waktu, alat ini juga meningkatkan kualitas hasil panen karena prosesnya lebih bersih dan terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, penggunaan Power Thresher juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi perontokan padi secara signifikan.

“Dengan kapasitas 300–600 kg per jam, Power Thresher jauh lebih unggul dibandingkan metode manual yang hanya sekitar 50–100 kg per jam.

Mesin ini juga mampu menekan kehilangan hasil hingga 1–2 persen dan dilengkapi blower untuk memisahkan kotoran serta sekam, sehingga menghasilkan gabah yang lebih bersih,” jelas Andi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi panen padi periode Februari hingga April 2025 diperkirakan mencapai 6,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) di 10 provinsi sentra padi.

Besarnya kapasitas produksi ini memerlukan dukungan teknologi modern agar hasil panen dapat diperoleh secara optimal.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian melalui mekanisasi merupakan strategi utama dalam menghadapi tantangan produksi pangan nasional.

“Kami memastikan petani mendapatkan akses terhadap alsintan yang memadai. Dengan dukungan ini, kita tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga mempercepat pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Menteri Amran.

Dengan dukungan mekanisasi yang semakin luas dan potensi panen yang besar, pemerintah optimistis produksi pangan nasional akan terus meningkat.

Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. ***

Penulis : amanda az

Editor : regardo

Berita Terkait

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT
Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:50 WIB

Sistem Tol Nirsentuh MLFF Belum Berlaku, Ini Penjelasan Terbaru BPJT

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Berita Terbaru