Pameran “KONGSI” di Museum Nasional: Menelusuri Akulturasi Budaya Tionghoa di Nusantara

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menbud Fadli Zon  saat buka pameran Kongsi. (dok. kemenbud)

Menbud Fadli Zon saat buka pameran Kongsi. (dok. kemenbud)

JAKARTA – Museum Nasional Indonesia (MNI) melalui unit Museum dan Cagar Budaya menghadirkan pameran bertajuk “KONGSI: Akulturasi Tionghoa di Nusantara”.

Pameran ini mengajak pengunjung untuk menelusuri perjalanan sejarah, peran, serta warisan budaya masyarakat Tionghoa yang telah berkontribusi besar dalam keberagaman budaya Indonesia.

Pameran yang berlangsung selama tiga bulan ini resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Dalam sambutannya, ia menekankan betapa eratnya hubungan budaya Tionghoa dengan budaya lokal di berbagai wilayah Nusantara.

“Proses akulturasi ini telah berlangsung selama berabad-abad, sejak kedatangan para pedagang, pemuka agama, hingga perantau dari Tiongkok. Interaksi yang terjadi kemudian melahirkan perpaduan budaya yang unik dan memperkaya khazanah budaya Indonesia,” jelas Fadli Zon, Selasa (11/2/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pameran ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami bahwa budaya Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil dari berbagai proses akulturasi, termasuk dengan budaya Tionghoa.

“Pameran ‘KONGSI’ ini bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, menuju Indonesia yang harmonis dan damai,” tambahnya.

Menelusuri Warisan Budaya Tionghoa di Nusantara

Judul “KONGSI” diambil dari kata dalam bahasa Hokkian gongsi (公司), yang berarti kerja sama. Pameran ini menyoroti bagaimana interaksi antara masyarakat Tionghoa dan Nusantara menghasilkan warisan budaya yang kaya dan harmonis.

Pameran ini terbagi dalam tiga bagian utama:

1. Interaksi Awal – Mengungkap jejak kedatangan masyarakat Tionghoa di Nusantara, perannya dalam perdagangan, serta awal pembauran budaya.

2. Mengadu Nasib dan Meretas Jalan Kemerdekaan – Menampilkan dinamika sosial dan politik masyarakat Tionghoa di Indonesia, termasuk kontribusi mereka dalam perjuangan kemerdekaan.

3. Merayakan Keberagaman – Memamerkan berbagai wujud akulturasi budaya Tionghoa dalam busana, arsitektur, kuliner, bahasa, seni, dan kepercayaan yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.

Pameran ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Liza Thohir, serta perwakilan dari berbagai kedutaan besar, seperti Belanda, Prancis, Republik Rakyat Tiongkok, Thailand, Peru, dan Austria. Hadir pula tokoh budaya seperti Titiek Soeharto, Didiet Hediprasetyo, Inayah Wahid, dan Raline Shah.

Informasi Tiket dan Kunjungan

Pameran “KONGSI: Akulturasi Tionghoa di Nusantara” dapat dikunjungi mulai Selasa, 11 Februari 2025 di Museum Nasional Indonesia. Tiket pameran tersedia dengan harga:

Anak-anak (3-12 tahun): Rp15.000

Dewasa: Rp25.000

Warga Negara Asing (WNA): Rp50.000

Tiket dapat dibeli langsung di loket Museum Nasional Indonesia atau melalui aplikasi Traveloka.

Pameran ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam warisan budaya Tionghoa di Indonesia, serta memahami bagaimana akulturasi telah membentuk identitas bangsa yang kaya dan beragam. ***

 

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya
Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”
Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun
Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak
Ketua Teater Imago Medan Tanggapi Aspirasi Kolaborasi dengan TENA: “Kapal Seni Perlu Bahan Bakar, Bukan Sekadar Ide”
Naskah Monolog “Pisang Terakhir”
Kemenag Akhiri Tugas Penyelenggaraan Haji dengan Indeks Kepuasan Jamaah Capai 88,46

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 08:28 WIB

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:56 WIB

Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”

Senin, 22 Desember 2025 - 07:07 WIB

Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:01 WIB

Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Rabu, 12 November 2025 - 19:23 WIB

Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB